Bayu Gatra Bicara soal Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla

oleh Aning Jati diperbarui 26 Jan 2017, 06:15 WIB
Bayu Gatra punya harapan atas terpilihnya Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Terpilihnya Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23 mengundang Bayu Gatra Sanggiawan ikut berkomentar. Bayu punya harapan khusus pada pelatih asal Spanyol itu.

"Saya tentu ikut menyambut hangat kehadiran beliau di timnas. Sejauh ini saya hanya pernah melihat semasa Milla bermain saja tapi belum pernah melihat saat melatih. Jadi, tentu antusias," ujarnya.

Tentu saja bila ingin merasakan tangan dingin Luis Milla, Bayu Gatra harus bisa membuktikan diri layak masuk timnas. Kendati, Bayu sudah tergabung di Timnas Indonesia Piala AFF 2016. Ketika itu di bawah kepelatihan Alfred Riedl, Bayu harus puas duduk di bangku cadangan tanpa pernah sekalipun bermain selama turnamen sepak bola paling elite di ASEAN itu berlangsung.

"Tentu kecewa tidak bisa main. Tapi, saya tidak putus asa. Saya akan terus bermain bagus di klub agar bisa kembali dipanggil bergabung ke timnas era Luis Milla," tuturnya. 

Advertisement

Bayu mengungkapkan datangnya Greg Nwokolo ke Madura United bakal menambah semangatnya, bukan sebaliknya, menjadikan sebagai pesaing. Pasalnya, Greg juga bisa beroperasi di sektor sayap sehingga posisi itu di tim Sape Kerrab bakal ramai karena selain dirinya dan Greg, ada pula Elthon Maran.

"Saya akan mencoba bermain baik musim 2017. Musim lalu di TSC, saya hampir selalu main di setiap pertandingan meski kadang dari bangku cadangan," imbuhnya.

Sekalipun nantinya gagal menembus timnas, Bayu Gatra berharap kedatangan Luis Milla di timnas bisa membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia serta mendatangkan prestasi.

"Saya rasa Luis Milla cocok melatih timnas. Sepak bola Spanyol menurut saya cocok diterapkan di sini, sesuai dengan postur pemain-pemain di Indonesia. Saya pribadi tak masalah memainkan gaya main apapun karena sebagai pemain profesional, harus bisa menuruti keinginan pelatih di lapangan," katanya.

"Saya sudah pernah merasakan model sepak bola yang condong ke sepak bola Spanyol kala di Bali United yang dilatih Indra Sjafri. Coach Indra kan juga cenderung menerapkan sepak bola Spanyol seperti yang dilakukannya ketika melatih timnas U-19 dan terbukti berhasil," imbuh pemain asal Jember, Jawa Timur itu.

 

Berita Terkait