Cerita Sensasi Kiper Berusia 44 Tahun di Pentas Piala Afrika 2017

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 02 Feb 2017, 10:17 WIB
Kiper Mesir, Essam El Hadary (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai menjadi pahlawan pada adu penalti kontra Burkina Faso, pada semifinal Piala Afrika 2017, di Stade de l'Amitie Sino-Gabonaise, Libreville, Gabon, Kamis (2/2/2017). (AFP/Gabriel Bouys)

Bola.com, Gabon - Ajang Piala Afrika 2017 di Gabon menjadi milik Essam El-Hadary. Setidaknya, hal itu terjadi usai perhelatan semifinal antara Mesir kontra Burkina Faso, di ade de l'Amitie Sino-Gabonaise, Libreville, Gabon, Rabu (1/2/2017) atau Kamis (2/2/2017) dini hari WIB.

Advertisement

Gara-garanya tak lain idiom yang muncul di kalangan jurnalis asal Mesir. Mereka menyebut Essam El-Hadary sebagai sosok tua-tua keladi, makin 'uzur' justru semakin menjadi. Penyebab utama betapa populernya Essam El-Hadary aksi sang kiper saat menjadi pahlawan Mesir pada adu penalti versus Burkina Faso.

Essam El-Hadary menunjukkan kematangan dengan tak kebobolan dua sepakan pemain Burkina Faso. Pemain Burkina Faso, kiper Hervé Kouakou Koffi dan penyerang Bertrand Traore, gagal menaklukkan sosok El-Hadary.

Hasil akhir, Mesir lolos ke babak final Piala Afrika 2017 setelah unggul 4-3 dalam adu penalti. Dua tim harus menyelesaikan pertandingan setelah pada waktu normal, skor tetap imbang 1-1.

Sensasi Essam El-Hadary tak hanya saat adu penalti. Tanda-tanda dirinya bakal menjadi pahlawan bagi Mesir sudah terlihat sepanjang 120 menit. Tampil tertekan, Mesir benar-benar berterima kasih pada Essam El-Hadary.

Bagaimana tidak, sang penjaga gawang mampu melakukan 8 penyelamatan dari 24 usaha tembakan para pemain Burkina Faso. Tak heran, usai pertandingan yang menguras emosi tersebut, Pelatih Mesir, Hector Cuper, mengaku tak sanggup lagi berkata-kata terkait pujian bagi Essam El-Hadary.

"Tak sia-sia saya membawanya ke Gabon. Itu adalah pilihan sulit, tapi ada desakan, dan saya nekad. Hasilnya kini terlihat, dan saya pikir kami akan menjadi juara jika performa El-Hadary bisa konstan," kata Cuper.

Ucapan bernada harapan tersebut sebenarnya sudah terlihat sepanjang turnamen Piala Afrika 2017. Penampilan Essam El-Hadary menjadi satu di antara faktor utama keberhasilan Mesir lolos ke laga final.

Hebatnya, Essam El-Hadary mampu menuai 4 kemenangan dalam 5 laga di pentas Piala Afrika 2017. Catatan impresif tersebut beriringan dengan 4 clean sheets dan keberhasilan menahan 2 penalti lawan.

Sebuah pencapaian yang luar biasa. Apalagi, saat menjadi pahlawan bagi Mesir pada semifinal, Essam El-Hadary sudah menginjak usia 44 tahun. Tak pelak, sosok Essam El-Hadary menjadi cerita tersendiri, mengalahkan sensasi mengejutkan Junior Kabananga, yang kini berstatus top skorer sementara Piala Afrika 2017.

2 dari 2 halaman

Dewi Fortuna

Uniknya, keberadaan status pahlawan bagi Essam El-Hadary tak lepas dari dewi fortuna. Sebenarnya, ia menjadi cadangan bagi kipe rutama Ahmed El-Shenawy. Sayang, sang penjaga gawang nomor satu tersebut harus keluar lapangan pada menit ke-25, saat laga perdana kontra Mali, akibat cedera.

Sejak saat itu, Pelatih Mesir, Hector Cuper, memercayakan posisi di bawah mistar kepada Essam El-Hadary. Tanggung jawab yang berbuah manis, karena sepanjang turnamen, permainan Essam El-Hadary menjadi benteng tangguh di lini pertahanan Mesir.

Sosok Essam El-Hadary sudah tak asing lagi bagi penggemar sepak bola di Mesir, juga benua Afrika. Ia membawa Mesir mengoleksi empat gelar juara Piala Afriak 2017, yakni pada tahun 1998, 2006, 2008 dan 2010.

Selain itu, ia terpilih sebagai kiper terbaik pada perhelatan Piala Afrika 2006 di mesir, penjaga gawang terbaik Piala Afrika 2008 di Ghana dan mengulangi prestasi tersebut pada Piala Afrika 2010 di Angola.

Cerita Essam El-Hadary di timnas Mesir juga tak jauh dari kontroversi. Ia sempat menyatakan istirahat dari pentas internasional pada Januari 2013. Namun, kebutuhan timnas dan niatan mengembalikan kejayaan sepak bola Mesir, membuatnya kembali berkostum timnas Mesir pada 5 Maret 2014.

Saat itu, Essam El-Hadary membawa Mesir unggul atas Bosnia Herzegovina, pada laga persahabatan, dengan skor 2-0. Pada 4 Juni 2016, ia bermain 90 menit dan membawa Mesir unggul 2-0 atas Tanzania. Hasil yang sangat menentukan, karena Mesir mampu lolos dari Kualifikasi Piala Afrika 2017.

Pada Piala Afrika 2017, Essam El-Hadary mendapat hadiah istimewa pada ulang tahunnya yang ke-44. Ia menjadi pemain tertua yang bermain sepanjang sejarah Piala Afrika 2017.

Kini, para supporter timnas Mesir berharap Essam El-Hadary terus menampilkan aksi brilian di bawah mistar gawang. Maklum, pada laga final, 5 Februari 2017, mendatang, Mesir akan berhadapan dengan pemenangan laga Kamerun kontra Ghana. Dua tim tersebut lebih diunggulkan untuk meraih trofi Piala Afrika 2017

Sumber: CAFOnline

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini