3 Syarat yang Harus Dipenuhi Indonesia buat Bangun Sirkuit MotoGP

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 09 Feb 2017, 19:21 WIB
Menpora Imam Nahrawi mengaku sudah memberikan beberapa alternatif lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP di Indonesia kepada Dorna. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, buka suara soal pembangunan sirkuit untuk balapan MotoGP di Indonesia. Menurutnya, ada tiga aspek yang menjadi penilaian operator MotoGP, Dorna, terkait sirkuit yang ingin dibangun.

Advertisement

Selain masalah lokasi pembangunan, faktor sarana dan prasarana juga menjadi pertimbangan. "Kami tergantung dari Dorna. Sebab, mereka pasti akan melihat infrastrukturnya apakah tempat yang ingin dibuat sirkuit MotoGP tersebut layak atau tidak," kata Imam Nahrawi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/2/2107).

"Penilaian juga bisa diliat dari segi sektor transportasi menuju sirkuit dan hospitality industry-nya," tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Menpora mengaku sudah menyodorkan beberapa lokasi alternatif kepada Dorna untuk diberi penilaian. "Kami sudah memberikan saran seperti lokasi di Palembang dan di Mandalika Mataram. Jadi, tunggu saja apa putusan mereka," ucap Imam Nahrawi.

Wacana pembangunan sirkuit untuk balapan MotoGP di Indonesia memang sudah lama terdengar. Namun, sampai saat ini Dorna belum membuat keputusan final.

Sebelumnya, Imam Nahwari mengatakan ada lima pengembang yang tertarik bersaing dalam tender pembuatan sirkuit untuk balapan MotoGP di Indonesia. Selain Palembang dan Mataram, salah satu pengusaha berniat membangun sirkuit MotoGP di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

 

Berita Terkait