Pusamania Borneo FC Tahan Bali United di Tengah Hujan Lebat

oleh Ario Yosia diperbarui 13 Feb 2017, 20:43 WIB
Aksi Marcos Flores (kiri) berebut bola dengan pemain Borneo Fc pada laga Piala Presiden 2017 di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Senin (13/2/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Gianyar - Duel Bali United konta Pusamania Borneo FC dalam lanjutan penyisihan Grup 4 Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (13/2/2017), berkesudahan imbang 0-0. Duel berlangsung berat di tengah guyuran hujan lebat.

Skor kacamata ini membuat persaingan di Grup 4 terasa ramai. Belum ada tim yang benar-benar aman mengunci tiket menuju babak 8 besar.

Sriwijaya FC saat ini jadi pemuncak klasemen sementara dengan koleksi empat poin setelah pada hari yang sama menang tipis 2-1 kontra Barito Putera. Diikuti Bali United dan Pusamania Borneo FC dengan koleksi sebiji poin.

Pada menit-menit awal pertandingan langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Tuntutan wajib menang memaksa Bali United serta Pusamania Borneo FC bermain agresif mengejar gol.

Pada menit ke-5 Bali United langsung mendapat peluang emas lewat sundulan Ahn Byung-keon, memanfaatkan tendangan bebas Irfan Bachdim dari sisi kiri pertahanan kudu lawan.

Advertisement

Selanjutnya menit ke-16 giliran Irfan membahayakan gawang Wawan Hendrawan setelah mendapat umpan dari Ndumba Makeche yang melakukan aksi individu di area kotak penalti Tim Pesut Etam.

Pusamania Borneo FC bermain cenderung bertahan. Dengan skema 5-4-1, tim asuhan Ricky Nelson membiarkan Bali United memegang kendali permainan.

Mereka menggeber skema serangan balik cepat plus pressing man to man yang membuat pergerakan anak asuh Hans Peter Schaller tak bisa leluasa.

Striker Bali United FC, Irfan Bachdim mendapatkan sambutan meriah saat dimainkan melawan Pusamania Borneo FC dalam lanjutan pertandingan Grup 4 Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (13/2/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Memasuki pengujung babak pertama Yabes Roni sempat membuat jantung pemain Borneo FC berdetak lebih kencang. Ia melakukan aksi individu melewati tiga pemain hingga masuk area penalti.

Sayang umpan silangnya tak bisa dimaksimalkan menjadi gol, karena minimnya jumlah pemain Bali United di zona pertahanan lawan.

Memasuki awal babak kedua Pusamania Borneo FC lebih berani menyerang. Ricky Nelson merubah sistem bermain menjadi 3-6-1.

Striker mereka, Reinaldo Elias beberapa kali mendapat peluang emas. Sayang lapangan yang licin karena hujan membuat tendangan-tendangan penyerang asal Brasil kerapkali meleset.

Sementara itu, strategi menyerang Bali United lebih banyak tertumpu dari dua sisi sayap.

Kerja sama satu dua antara Pellu tengan Irfan pada menit 60 membahayakan pertahanan Pusamania. Sayang tendangan keras penyerang blasteran Belanda-Indonesia dimentahkan Wawan Hendrawan.

Empat menit berselang giliran Ndumba Makeche yang memberi ancaman di sektor pertahanan kubu tamu. Kombinasinya dengan Pellu dan Bachdim sempat membuat para bek Pusamania Borneo FC panik.

Hans Peter Schaller melakukan perubahan di sektor depan Bali United menarik Irfan Bachdim dan menggantikannya dengan I Made Wirahadi. Pada menit ke-74 sang striker jangkung sempat menjebol gawang Borneo FC lewat sundulan namun dianulir karena dianggap offside.

Hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir skor Bali United versus Pusamania Borneo FC tetap 0-0.

Susunan Pemain

Bali United (4-2-3-1): I Made Wardhana (Kiper); Dias Angga/I Gede Sukadana (80'), Ahn Byun-keon, Abdul Rahman, Fadhil (Belakang), Rick Farin Saputra, Marcos Flores/Taufiq (80'), Irfan Bachdim/I Made Wirahadi 70', Samsul Pellu/Miftaqul Hamdi 70', Yabes Roni (Tengah), Ndumba Makeche (Depan)

Pelatih: Hans Peter Schaller

Pusamania Borneo FC (5-4-1): Wawan Hendrawan (Kiper); Abdul Aziz, Dirkir Kohn Glay, Yamashita Kunihiro, M. Nizar/Zulvin Zamrun (75'), Rizky Syawaludin/Rahmat Latif (46') (Belakang); Asri Akbar, Fandy Achmad/Satriatama (75'), Saldi/Habibi (46'), Wahyudi Setiawan (Tengah); Reinaldo Elias (Depan)

Pelatih: Ricky Nelson