Robert Alberts Abaikan Hasil Laga PSM di Piala Presiden

oleh Abdi Satria diperbarui 17 Feb 2017, 18:10 WIB
Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts melontarkan kritik terkait penyelenggaraan Piala Presiden 2017. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bandung - Robert Alberts memenuhi janjinya membawa PSM Makassar menekuk Persib Balikpapan 3-1 pada laga terakhir Grup 3 Piala Presiden 2017 di Stadion Si Jalak Harupat Soreng, Jumat (17/2/2017).

Seusai pertandingan yang berkesudahan 3-1 buat Juku Eja, Robert pun melontarkan unek-uneknya terkait Piala Presiden 2017. Ia mengungkapkan bahwa turnamen pramusim adalah ajang pembentukan tim karena persiapan tiim membutuhkan waktu 6-7 pekan.

"Turnamen pramusim adalah ajang pembentukan tim. Bukan soal hasil pertandingan," ujar Robert.

"Kami baru dua pekan berlatih dan langsung dipaksa ikut turnamen. Kalau kalah, kami langsung di kritik."

Advertisement

Robert juga mengaku durasi turnamen Piala Presiden 2017 terlalu lama. Pelatih asal Belanda ini mengaku sengaja memecah timnya dengan tujuan pembelajaran buat pelaku sepak bola di Indonesia.

"Saya menilai waktu penyelenggaraan Piala Presiden terlalu lama dan bisa mengganggu persiapan tim," tegas Robert.

Di lain pihak, Robert mengaku puas dengan hasil yang digapai PSM pada laga terakhir. "Intensitas pertandingan tadi tidak terlalu tinggi, tetapi cukup menghibur. Saya juga senang tidak ada pemain yang cedera," ia menuturkan.

Hal senada dikatakan gelandang PSM, Rizky Pellu yang mengaku tidak fokus kepada hasil pertandingan di Piala Presiden 2017. "Bagi kami, Piala Presiden 2017 adalah ajang pramusim untuk mempersiapkan diri sebelum kompetisi," jelas eks galandang SAD Uruguay ini.

Rizky Pellu pun enggan bicara soal kans PSM di Liga 1 nanti. "Terlalu dini menilai kans PSM di Liga 1 mendatang. Yang penting saat ini adalah kami tetap semangat mempersiapkan diri," kata Rizky.