Tim Putra Palembang Bank Sumsel Berhasil Revans atas Samator

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 05 Mar 2017, 20:30 WIB
Para pemain Palembang Bank SumselBabel (kiri) memblok smes pemain Surabaya Bhayangkara Samator pada laga Proliga di GOR Tri Dharma, Gresik, Minggu (5/3/2017). (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Gresik - Tim putra Palembang Bank SumselBabel menjungkalkan Surabaya Bhayangkara Samator 3-1 (25-19, 26-28, 25-20, 27-25) dalam laga terakhir di seri IV Proliga 2017, di GOR Tri Dharma, Gresik, Minggu (5/3/2017). 

Kemenangan ini menjadi revans Palembang Bank Sumsel atas kelalahan mereka dari tim besutan Ibarsjah Djanu Tjahyono di di putaran pertama. “Benar, ada motivasi besar untuk membalas kekalahan di putaran pertama,” ujar Samsul Jais, pelatih Bank Sumsel, setelah pertandingan. 

Advertisement

Samsul mengatakan kemenangan timnya tak lepas dari kedisiplinan para pemain menjalankan instruksinya dengan baik, terutama akurasi servis dan penerimaan servis. Kedua hal ini menjadi penekanan sekaligus senjata mematikan Bank Sumsel pada pertandingan kali ini.

Benar saja, Samator dibuat kewalahan. Jump service yang dilakukan para pemain Bank Sumsel kerap menyulitkan Samator untuk menerima dan mengembalikan bola dengan sempurna. Bahkan tak jarang servis keras, tajam dan akurat yang dilakukan para pemain Bank Sumsel hanya membuat para pemain Samator terperangah.

“Ini semua berkat latihan selama di Sentul. Kami mengasah kemampuan servis dan penerimaan servis. Karena saya yakin, kalau lawan bisa menerima servis dengan baik, akan sulit bagi kami membendungnya,” ujar Samsul.

Kondisi sebaliknya dialami Samator. Performa Mahfud Nurcahyadi dkk. tampak menurun. Meski bagus dalam penerimaan bola, pada pertandingan ini Samator masih memperlihatkan kelemahan, terutama dalam blok dan servis.

Hampir sepanjang laga lanjutan Proliga 2017 kali ini, blok yang dilakukan para pemain Samator tak efektif menghasilkan poin. Dari catatan statistik sang pelatih, dari empat set yang mereka jalani di laga ini, hanya sekali blok yang mereka lakukan menghasilkan poin. Sebaliknya, Bank Sumsel minim melakukan kesalahan. “Kami harus melakukan perbaikan pada dua kelemahan ini,” kata Ibarsjah.