Eriksson Sindir Kinerja Guardiola di Manchester City

oleh Tyo Harsono diperbarui 17 Mar 2017, 20:00 WIB
Sven-Goran Eriksson menyebut Pep Guardiola tak bisa dengan mudah menjuarai Premier League. (Doc.UEFA)

Bola.com, Manchester - Mantan Manchester City, Sven-Goran Eriksson, menyindir Pep Guardiola. Menurut Eriksson, lebih sulit untuk berprestasi di ajang Premier League ketimbang Bundesliga atau La Liga.

Advertisement

Sejak ditunjuk sebagai manajer Manchester City pada musim panas 2016, Guardiola diharapkan bisa membawa prestasi dalam tim. Apalagi dia memiliki rekor bagus saat melatih tim sebelumnya, yaitu Barcelona dan Bayern Munchen.

Seperti diketahui, manajer asal Spanyol itu telah memenangi 21 trofi bersama dua klub tersebut. Dengan rincian 14 bersama El Barca, serta tujuh lainnya dengan Die Roten.

Namun, Guardiola mengalami kesulitan pada musim pertamanya di Inggris. Dia gagal membawa Manchester City memenangi trofi Piala Liga Inggris serta tertinggal 10 poin dari Chelsea yang memimpin klasemen sementara Premier League dengan 66 poin.

"Akan lebih mudah meraih trofi jika Anda melatih Bayern Munchen, Barcelona, atau Real Madrid. Ketika Anda menjadi pelatih klub Premier League, ada enam sampai delapan tim yang memperebutkan gelar juara," ujar Eriksson kepada Omnisport.

"Perbedaan kualitas Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid dengan tim-tim La Liga lain sangat jauh. Akan tetapi, jarak antara Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham tidak begitu jauh," lanjut pria asal Swedia tersebut.

Eriksson menyebut Premier League adalah liga yang tidak bisa ditebak. Pria berusia 69 tahun ini tidak menutup kemungkinan Leicester City mengulangi prestasi mereka di masa depan.

"Lebih sulit untuk bekerja sebagai pelatih di Premier League dibanding liga-liga lain. Anda bisa menang atau kalah melawan semua tim. Musim depan, mungkin Leicester bisa kembali menjadi juara," kata Eriksson.

Sven-Goran Eriksson juga pernah merasakan ganasnya persaingan Premier League. Dia dipecat Manchester City karena dianggap tak memuaskan pada musim 2007-2008. 

Sumber: Four Four Two

Berita Terkait