4 Alasan Max Verstappen Layak Jadi Sorotan pada F1 2017

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 21 Mar 2017, 11:45 WIB
Pebalap Red Bull, Max Verstappen. (EPA/Remko de Waal)

Bola.com, Jakarta - Pebalap Red Bull, Max Verstappen, tak lagi punya elemen kejutan dalam dirinya. Hampir semua fans Formula 1 (F1) telah mengenal pebalap asal Belanda itu dan akan mengarahkan mata mereka ketika seri perdana 2017 bergulir Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (26/3/2017). 

Advertisement

Verstappen telah mengukir sejarah di ajang F1 sebagai pebalap termuda yang memenangi seri balapan dan driver termuda yang menempati posisi depan di kualifikasi. Dia juga membukukan rekor 78 kali menyalip selama 21 seri balapan pada musim lalu.  

Verstappen juga mendapat sorotan ketika tampil gemilang pada balapan basah di GP Brazil. Dia mampu merangsek dari posisi 15 ke urutan ketiga saat balapan hanya menyisakan 10 lap.

Team Principal Red Bull, Christian Horner, melabeli Versatten sebagai salah satu pebalap terbaik yang pernah dilihatnya di F1. Horner juga melihat kemiripan antara Verstappen dengan legenda F1 asal Brasil, Ayrton Senna. Untuk seseorang yang masih sangat muda (19 tahun), Verstappen telah menunjukkan skill dan keberanian yang luar biasa di lintasan. 

Lalu, apa alasan penampilan Max Verstappen layak ditunggu pada F1 2017? Apakah dia mampu bersaing dengan para kandidat juara dunia lainnya, terutama pebalap Mercedes, Lewis Hamilton?  

Inilah empat alasan mengapa Max Verstappen layak menjadi sorotan pada F1 2017, seperti dilansir Daily Mail

2 dari 5 halaman

1

Pebalap Ferrari, Kimi Raikkonen, bersenggolan dengan pebalap Red Bull, Max Verstappen, dalam balapan F1 GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Minggu (24/7/2016). (Bola.com/Twitter/F1)

Dicintai Fans, Tak Gentar Hadapi Pebalap Lain 

Gaya membalap Versttappen yang agresif disukai sebagian besar fans karena membuat balapan menjadi menarik. Namun, beberapa pebalap senior terganggu dengan gaya Verstappen tersebut. Akibatnya, pada musim lalu dia sempat terlibat konfrontasi dengan duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen.

Alih-alih gentar, Verstappen dengan santai menghadapi adu argumen dengan mereka. Verstappen dengan enteng menyebut kemarahan Vettel sebenarnya dipicu karena sang pebalap frustrasi dengan kondisi Ferrari. Beradu argumen dengan empat kali juara F1 seperti Vettel? Bagi Versttapen itu tak masalah.   

3 dari 5 halaman

2

Pebalap Red Bull, Max Verstappen. (EPA/Aldrin Xhemaj)

Usia Verstappen Masih 19 Tahun 

Tak diragukan lagi Verstappen merupakan salah satu masa depan F1. Juara dunia F1 tiga kali, Lewis Hamilton, usianya sudah menginjak kepala tiga pada 30 Juli 2017, sedangkan Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel juga sudah tak muda lagi. 

Di sisi lain, Verstappen baru 19 tahun. Dia masih punya masa depan panjang di ajang balap jet darat tersebut. 

4 dari 5 halaman

3

Pebalap Red Bull, Max Verstappen. (Autosport)

Selalu Mengusung Ambisi Besar 

Soal ambisi di ajang F1, Verstappen tak pernah menyembunyikannya.  Namun, dia menyadari butuh dukungan mobil yang kompetitif untuk mewujudkan mimpi besarnya tersebut. Kini, beban berat dipanggul Red Bull yang harus menyediakan mobil yang mampu bersaing di lintasan, terutama menghadapi dominasi Mercedes. 

"Berharap menjadi juara dunia terlalu mudah. Anda perlu berjuang untuk mewujudkanya. Saya hanya menginginkan mobil terbaik dan selain itu terserah Anda," kata Verstappen di situs pribadinya. 

"Secara pribadi, saya merasa kami bukan tim terbaik, tapi kami perlu menunggu dan melihat. Setelah babak kualifikasi di Australia, kami akan bisa melihat, terutama berdasar kecepatan mobil." 

5 dari 5 halaman

4

Pebalap Red Bull, Max Verstappen (kiri) dan Daniel Ricciardo. (Sky Sport)

Punya Rekan Setim Tangguh 

Fakta Max Verstappen punya rekan setim yang tangguh seperti Daniel Ricciardo menjadi alasan mengapa penampilan sang pebalap layak ditunggu. Pada usia 27 tahun, Ricciardo memasuki masa-masa terbaiknya dan sangat percaya diri bisa menambah koleksi empat kemenangan yang sudah dikoleksinya. 

Soal kecepatan, dia dapat bersaing jika sedang dalam kondisi terbaik. Ricciardo bahkan mampu membuat Mercedes tak berkutik pada musim lalu, dengan merebut pole di GP Monako. 

Bagaimana rivalitas Ricciardo dan Verstappen? Selama tiga tahun terakhir, perseteruan antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di Mercedes mendominasi pemberitaan di media. Saat ini, F1 sepertinya punya rivalitas internal yang sengit di Red Bull. Bukan tak mungkin, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen juga akan terlibat perseteruan menarik seperti yang terjadi di tim Mercedes beberapa tahun terakhir ini. 

 

 

Berita Terkait