BOPI Masih Tunggu Permohonan Rekomendasi dari Operator Liga 1

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 03 Apr 2017, 16:20 WIB
Hingga saat ini BOPI masih belum menerima surat permohonan rekomendasi dari operator kompetisi untuk menggelar Liga 1 dan Liga 2 2017. (Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan hingga saat ini belum mendapatkan permohonan rekomendasi dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru, terkait pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2017 yang dimulai pada pertengahan April 2017. BOPI menunggu permohonan itu setidaknya hingga satu pekan sebelum kompetisi dimulai.

Liga 1 2017 dijadwalkan akan mulai pada 15 April 2017. Sementara Liga 2 dimulai pada 18 April 2017. Namun, BOPI mengaku belum mendapatkan surat permohonan rekomendasi soal pelaksanaan kompetisi tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa mereka terlambat mengajukan permohonan rekomendasi. Mungkin karena PSSI terlambat menunjuk operator penyelenggara kompetisi," ujar Ketua BOPI, Nur Aman, di Kantor Kemenpora RI, Senayan, Senin (3/4/2017).

"Saya belum mendapatkan informasi langsung dari mereka bahwa kompetisi mulai pada 15 April karena saya belum menerima surat permohonan itu. Saya hanya tahu melalui media saja," lanjut Nur Aman.

Advertisement

Nur Aman pun menunggu permohonan rekomendasi tersebut dan memberikan keringanan hingga satu pekan sebelum kompetisi dimulai.

Sekjen BOPI, Heru Nugroho, menyebut jika kompetisi akan dimulai pada 15 April 2017 seperti yang didengungkan, BOPI berharap permohonan rekomendasi itu bisa masuk paling akhir pada 5 April 2017.

"Kalau memang 15 April kompetisi ingin dimulai, pihak kepolisian butuh waktu mempersiapkan rekomendasi izin keramaian pada 13 April 2017. BOPI butuh waktu kurang lebih 7 hari untuk bekerja. Jadi saya hitung setidaknya 5 April semua yang dibutuhkan sudah harus lengkap. Kalau tidak, ya kompetisi harus mundur waktunya," ujar Heru Nugroho di tempat yang sama.

Selain masalah rekomendasi kompetisi, BOPI juga masih harus melakukan verifikasi dengan empat poin penting yang harus diperiksa. Empat poin tersebut adalah operator kompetisi, yaitu PT Liga Indonesia Baru, kemudian regulasi kompetisi dan klub peserta. Ketiga, transparansi kontrak klub dan pemain, dan keempat adalah kelengkapan syarat pemain asing untuk bermain di Indonesia.

Berita Terkait