Kurniawan DY Sebut Pesepak Bola Cilik di Makassar Punya Karakter

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 08 Apr 2017, 18:30 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto (tengah) mengaku meningkatkan standar seleksi dalam MILO Football Championship 2017 di Makassar. (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Bola.com, Makassar - Legenda Timnas Indonesia yang menjadi bagian dari pemandu bakat dalam MILO Football Championship 2017, Kurniawan Dwi Yulianto, akan menerapkan standar lebih tinggi dalam menyeleksi pemain untuk MILO Football Camp 2017.

Di sisi lain, Kurniawan menilai pesepak bola cilik asal Makassar adalah pemain-pemain sepak bola yang memiliki karakter.

MILO Football Championship 2017 sudah sampai di kota terakhir dalam rangkaian, yaitu Makassar. Tidak hanya menggelar festival sepak bola usia dini U-12, MILO juga meneruskan pantauan untuk mencari 16 pemain yang akan mengikuti MILO Football Camp 2017 pada 17 April 2017.

Advertisement

Seperti di ketiga kota sebelumnya, pemantauan pemain untuk MILO Football Camp di Makassar dilakukan oleh Kurniawan Dwi Yulianto dan Zainal Abidin. Yang menarik, Kurniawan dan Zainal Abidin meningkatkan standar seleksi khusus di Makassar karena memiliki pertimbangan tertentu.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya memang selalu menyukai Makassar karena pemain-pemainnya tidak hanya memiliki talenta, tetapi juga memiliki karakter. Itu sangat penting dalam sepak bola," ujar Kurniawan dalam keterangan pers di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (8/4/2017).

"Satu hal yang pasti memang ada yang membedakan Makassar dengan kota-kota sebelumnya, yaitu pemain di Makassar itu memiliki karakter. Ini yang membuat saya dan coach Zainal tahun ini memberikan standar yang lebih tinggi. Kami tak ingin main-main dalam memilih pemain yang punya peluang untuk berangkat ke Barcelona," lanjut mantan pemain yang juga pernah meraih gelar juara bersama PSM Makassar itu.

Makassar menjadi kota terakhir dari rangkaian empat kota penyelenggara MILO Football Championship 2017. Sebanyak 16 sekolah terbaik dari empat area, Gowa, Bone, Parepare, dan Makassar berkompetisi selama dua hari untuk bisa menjadi yang terbaik.

Kurniawan dan Zainal Abidin meneruskan tugas mereka untuk melengkapi pencarian bakat di tiga kota sebelumnya dengan mencari pemain-pemain dari Makassar. Namun, dengan jumlah pemain berbakat yang ditemui di setiap kota, tim scouting MILO ini akan benar-benar mengambil keputusan usai MILO Football Championship 2017 regional Makassar selesai digelar.