2 Alasan Mengapa Jaya Hartono Mundur dari Sragen United

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 24 Mei 2017, 15:45 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Jaya Hartono yang mundur sebagai pelatih kepala Sragen United. (Bola.com/Ronald Seger)

Bola.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari kontestan Liga 2, Sragen United. Klub berjulukan Laskar Gajah Purba itu resmi ditinggal pelatih Jaya Hartono setelah menyelesaikan lima laga awal babak penyisihan Grup 4.

"Iya saya sudah resmi mundur sebagai pelatih. Saya sudah berkomunikasi baik-baik dengan manajemen dan juga pemilik. Tinggal surat resminya saja," ungkap Jaya saat berbincang dengan Bola.com, Rabu (24/5/2017).

Ada dua alasan yang mendasari mundurnya mantan pelatih Persib Bandung itu. Pertama, Jaya merasa bertanggung jawab atas prestasi Sragen United saat ini. Lucky Wahyu dkk. sementara tertahan di posisi enam dengan torehan 4 poin hasil sekali menang, sekali seri, dan tiga kali kekalahan. Terakhir Sragen United tumbang, dua gol tanpa balas dari tuan rumah PSIR Rembang, akhir pekan lalu.

Advertisement

Alasan kedua yang menurut Jaya paling utama adalah dirinya tengah mempersiapkan pernikahan sang putra di Kediri, 8 Juli 2017. Mantan pelatih Persib Bandung itu mengakui tidak bisa membagi waktu mengingat banyaknya persiapan yang harus dilakukan menjelang pernikahan putra pertamanya tersebut.

Pelatih kelahiran Medan itu bersama keluarga harus bolak-balik Kediri-Surabaya-Bangkalan untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan.

"Apalagi ini pernikahan putra pertama. Saya tidak enak hati kalau pekerjaan di Sragen jadi tidak maksimal karena saya harus membagi konsentrasi dan waktu," ungkapnya.

Jaya berharap Sragen United mampu meraih hasil yang lebih baik usai rehat bulan puasa. Menurutnya, tim yang membeli saham Laga FC itu memiliki potensi untuk terus bersaing dan berprestasi di Liga 2.

"Memang harus ada banyak pembenahan, terutama dari sisi manajemen karena pengelolaan sepak bola berawal dari sistem manajemen yang tertata dengan baik. Mudah-mudahan Sragen United tampil lebih baik," ujarnya.