Kevin Durant Sudah Kebal terhadap Kritik

oleh Oka Akhsan diperbarui 28 Mei 2017, 11:25 WIB
Forward Golden State Warriors, Kevin Durant, mengaku sudah kebal terhadap kritik. (AP Photo/Eric Gay)

Bola.com, Oakland - Jelang Final NBA 2017, muncul banyak suara miring yang mengatakan dominasi Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers tak bagus untuk NBA. Komentar negatif tersebut secara tak langsung mengarah kepada forward Warriors, Kevin Durant.

Advertisement

Durant menjadi sasaran kritik menyusul keputusannya bergabung dengan Warriors dan membentuk tim super. Banyak pihak menganggap Durant telah merusak keseimbangan kekuatan tim di NBA.

Namun, Durant mengaku sudah kebal terhadap cibiran orang lain. Eks bintang Oklahoma City Thunder itu lebih memilih fokus dengan diri sendiri.

"Jika mengacuhkan semua omong kosong itu, pikiran saya akan terganggu dan itu tak bagus buat diri saya. Jadi, lebih baik saya fokus bermain bola basket, berlatih setiap hari, mencoba menjadi lebih baik, dan menikmati momen sebagai pemain basket," kata Durant seperti dikutip dari situs resmi NBA.

Beberapa hari setelah mengumumkan bakal bergabung dengan Warriors 10 bulan silam, Kevin Durant mengaku sempat tak berdaya menghadapi komentar miring dari berbagai pihak. Namun, dia bisa melalui momen berat tersebut dengan mulus begitu musim reguler NBA 2016/2017 dimulai.

"Sebelumnya saya tak terbiasa menjadi pusat perhatian. Tapi kini saya mulai terbiasa dengan sorotan publik. Saya menganggap semua cibiran itu merupakan bagian dari perjalanan hidup saya," ujar Durant.

Durant juga mengubah respons terhadap kritik. Jika sebelumnya kerap membalas cibiran fans di Twitter, dia kini mulai mengurangi aktivitas di media sosial. Durant menghapus akun Instagram-nya dan mengecek mention di Twitter hanya sekali dalam sebulan.

Durant memilih berinteraksi dengan fans lewat Youtube. Dia memiliki channel sendiri yang memberikan kesempatan kepada penggemar untuk melihat kehidupannya di dalam dan luar lapangan.

Kevin Durant tampil impresif pada musim debutnya bersama Warriors. Dia mencetak rata-rata 25,2 poin, 7,8 rebound, 3,7 assist, dan 1,2 block per gim untuk membawa Warriors menjadi tim pertama sepanjang sejarah NBA yang masuk Final dengan rekor 12-0 di playoff.