Indonesia Open 2017 Jadi Ujian Kematangan Atlet Tunggal Putra

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 09 Jun 2017, 22:06 WIB
Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, optimistis dalam dua tahun anak asuhnya sudah bisa menembalikan kejayaan bulutangkis.

Bola.com, Jakarta - Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, mengaku Indonesia Open 2017 akan menjadi ajang uji kematangan anak asuhnya. Menurut Koh Hendry, sapaan akrab Hendry Saputra, para atletnya sudah tak punya masalah dengan teknik dan fisik.

Advertisement

Tunggal putra Indonesia masih menjadi penyumbang gelar terbanyak di Indonesia Open 2017 dengan raihan 22 gelar. Namun, gelar tersebut terakhir dipersembahkan Simon Santoso pada 2012. Sampai sekarang, sektor tersebut belum lagi mampu menyumbang gelar untuk tuan rumah.

Untuk edisi Indonesia Open 2017, PBSI akan mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Ihsan Maulana Mustofa untuk sektor tunggal putra. Menurut Koh Hendry, persiapan ketiganya sudah matang.

"Persiapan tunggal putra jelang Indonesia Open sudah bagus. Kalau secara teknik dan fisik gaya main anak-anak ini bisa diadu. Permasalahannya hanya pada mental," kata Koh Hendry kepada Bola.com di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (8/6/2017).

"Saya menyukai tiga pemain yang ada karena ketiganya punya gaya masing-masing. Masalah mereka hanya pada mental dan kematangan saja."

"Kalau sudah terpenuhi, saya yakin tunggal putra bakal berjaya seperti dulu lagi. Oleh sebab itu, Indonesia Open jadi wadah yang tepat untuk uji kematangan mereka," tambahnya.

Terkait target di Indonesia Open, Koh Hendry enggan berspekulasi. Koh Hendry hanya menjamin anak asuhnya akan memberikan yang terbaik. "Tahun lalu tunggal putra bisa mencapai semifinal melalui Ihsan, namun sekarang saya tak bisa berspekulasi. Harus dilihat undiannya dulu. Target di Indonesia Open memang harus maksimal, namun harus realistis," ucap Koh Hendry.