4 Keluhan Pebulutangkis soal Angin pada Indonesia Open 2017

oleh Andhika Putra diperbarui 16 Jun 2017, 17:19 WIB
Terdapat 4 pebulutangkis yang mengeluhkan angin pada Indonesia Open Superseries Premier 2017 di JCC.(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ajang Indonesia Open Super Series Premier 2017 memunculkan pengalaman tidak menyenangkan untuk sejumlah pebulutangkis top yang tersingkir. Beberapa dari mereka mengeluhkan angin kencang yang berhembus di Jakarta Convention Center, venue Indonesia Open 2017.

Advertisement

Kekhawatiran sudah muncul dari ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang menyebut angin bakal menjadi masalah besar Indonesia Open tahun ini. Masalah itu sudah mereka rasakan saat menjajal lapangan sebelum Indonesia Open resmi dihelat.

"Lapangan cukup berangin dan itu kencang. Waktu latihan uji lapangan belum ada penonton jadi angin tentu bakal berpengaruh," kata Kevin kepada wartawan dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Minggu (11/6/2017).

"Masalahnya hanya angin. Sepertinya terlalu deras dan itu berpengaruh pada pertandingan nanti. Namun, saya dan Kevin akan berusaha semakimal mungkin," ujar Marcus.

Kekhawatiran Kevin/Marcus tersebut kemudian terbukti ketika Indonesia Open 2017 resmi digelar. Mereka tersingkir. Di sesi konferensi pers, Marcus mengaku angin yang menjadi masalah utama mereka.

Namun, bukan hanya Kevin/Marcus yang mengeluhkan masalah yang sama. Ada tiga pebulutangkis top yang juga menyebut angin masalah tambahan di lapangan. Siapa saja mereka?

2 dari 5 halaman

Sony Dwi Kuncoro

Sony Dwi Kuncoro

Atlet tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, menilai angin di JCC menajadi salah satu faktor yang membuatnya tak bisa menembus babak utama Indonesia Open 2017. Sony takluk dari Kazumasa Sakai dengan skor 21-13, 21-16 pada babak kualifikasi pertama.

Sony Dwi Kuncoro tersingkir dari di babak kualifikasi pertama Indonesia Open 2017 setelah takluk dari tunggal Jepang, Kazumasa Sakai. (Bola.com/Reza Bachtiar)

Namun, Sony tak menyebut angin menjadi faktor utama kekalahannya. "Memang ada sedikit angin terasa di lapangan. Namun, lawan juga merasakan hal yang sama. Jadi itu bukan alasan," ucap Sony.

3 dari 5 halaman

Anthony Ginting

Anthony Sinisuka Ginting

Tunggal putra tuan rumah, Anthony Sinisuka Ginting, menilai permainannya tak maksimal saat melawan HS Prannoy pada babak pertama Indonesia Open Super Series Premier 2017, Rabu (14/6/2017). Anthony mengaku permainannya terkendala angin di lapangan.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting, berhadapan dengan pebulutangkis India, dengan Prannoy H.S. di Indonesia Open 2017 di JCC, Selasa (14/6/2017). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

"Hari ini anginnya lumayan kencang baik pada gim pertama dan gim kedua. Lawan juga lebih siap mengatasi kondisi lapangan," kata Anthony selepas pertandingan.

"Contohnya ketika mau memberikan bola lob, kalau anginnya lebih besar maka kontrol bolanya harus hati-hati. Tetapi, ini tidak menjadi alasan karena saya dan lawan juga sama-sama merasakannya," tambahnya.

4 dari 5 halaman

Fitriani

Fitriani, tersingkir dari babak kedua Indonesia Open Super Series Premier 2017 setelah dikalahkan tunggal Korea, Sung Ji-hyun, Kamis (15/6/2017). Fitriani mengaku kewalahan meladeni permainan lawannya tersebut.

Tunggal putri Indonesia, Fitriani, melakukan servis saat melawan tunggal Korsel, Sung Ji Hyun, pada laga BCA Indonesia Open di JCC, Jakarta, Kamis (15/6/2017). Fitriani kalah 10-21, 10-21. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain asal DKI Jakarta ini juga mengaku dibuat kewalahan oleh angin. "Tadi sempat terganggu angin jadi arah bola miring," kata Fitriani selepas pertandingan.

5 dari 5 halaman

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, mengatakan kekalahan pada babak pertama Indonesia Open Super Series Premier 2017 dipengaruhi sejumlah faktor. Angin adalah salah satunya.

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, berhadapan dengan pasangan Denmark di Indonesia Open 2017 di JCC, Selasa (14/6/2017). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

"Kekalahan ini mungkin karena angin, akan tetapi tidak bisa disalahkan juga. Sudah kalah dan mainnya juga tidak menikmati. Itu bukan alasan," kata Marcus selepas pertandingan.