Michelle Kurniawan, Talenta Spesial dari Arena Basket 3 x 3

oleh Andhika Putra diperbarui 03 Jul 2017, 14:00 WIB
Michelle Kurniawan bercerita tentang pengalamannya membawa Indonesia menjadi juara FIBA 3x3 U-18 Asia di Cyber Jaya, Malaysia.(Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Mengenal basket secara tidak sengaja, takdir membawa Michelle Kurniawan mencicipi berbagai pengalaman dan prestasi yang tak pernah dibayangkan. Perempuan berusia 19 tahun tersebut sebelumnya mencoba bermain basket hanya untuk menarik perhatian seorang pria yang disukainya saat duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Setelah iseng mencoba akhirnya ketagihan, latihan terus supaya dilirik dan akhirnya malah jadi tidak bisa lepas dari basket," ujar Michelle kepada Bola.com, bulan lalu. 

Advertisement

Siapa sangka dari alasan sederhana untuk mencoba basket, Michelle justru terpilih mewakili Indonesia di ajang FIBA 3x3 U18 Asia Cup 2017, di Cyberjaya, Malaysia. Indonesia mendulang kesuksesan dengan menjadi kampiun setelah mengalahkan tuan rumah Malaysia pada partai final dengan skor 13-6.

Pencapaian ini melebihi ekspektasi karena awalnya tim nasional 3x3 Indonesia hanya ditargetkan lolos empat besar. Bahkan seharusnya Tim Garuda bisa tampil pada Kejuaraan Dunia 3x3 jika kompetisi tersebut jadi diadakan pada tahun depan.

Perjuangan Michelle membawa tim nasional Indonesia berjaya pada ajang FIBA 3x3 U18 Asia terbilang cukup berat. Pebasket kelahiran 6 April 2000 itu terpaksa menahan sakit akibat cedera di kakinya sejak pertandingan pertama babak grup.

"Waktu itu tidak kepikiran rasa sakit. Pokoknya yang terpenting bisa membawa Indonesia menjadi juara. Puji Tuhan kami berhasil mewujudkan itu," tutur siswi Chris International School tersebut.

Perjuangan Michelle menahan rasa sakit selama kejuaraan FIBA U-18 Asia juga mendapat apresiasi dari manajer tim nasional 3x3 Indonesia, Anthony Gunawan. Mantan pemain Aspac Jakarta itu salut dengan tekad dan kegigihan Michelle.

Meski cedera, Michelle mampu menjadi motor tim Tim Indonesia dan tampil impresif dengan hanya satu kali menelan kekalahan sejak di fase grup saat menghadapi Jepang dengan skor 16-20.

 "Perjuangan Michelle Kurniawan di FIBA U18 Asia layak untuk diacungi jempol. Dia rela bermain dengan kaki bengkak hanya untuk mengharumkan nama Indonesia," tutur Anthony.

 

2 dari 2 halaman

Berikrar Setia Geluti Basket

Meski tak bisa tampil di Kejuaraan Dunia, Tim Indonesia yang diperkuat Lea Kahol, Michelle Kurniawan, Nathania Claresta Orville, dan Valencia Pramono bakal mengikuti ajang Youth Olympic Games (YOG) di Buenos Aires, Agentina, pada 1-6 Oktober 2018.

Walau dipastikan bakal tampil di YOG, Indonesia tak mendapat tiket otomatis untuk masuk ke putaran final. Tim Merah Putih harus berjuang dari babak kualifikasi karena jarang membuat kompetisi 3x3 serta tak memiliki poin yang cukup untuk langsung tampil di penyisihan grup.

Hal ini rupanya tak membuat nyali Michelle ciut. Pebasket yang memiliki hobi bernyanyi itu optimistis Indonesia bisa lolos dari babak kualifikasi dan kembali membuat kejutan.

"Pokoknya yang terpenting yakin dulu. Waktu di FIBA kemarin juga tidak pasang target tinggi tapi bisa menjadi juara. Semoga hal yang sama bisa terulang di YOG," ujar Michelle.

Pada usia yang masih sangat muda dan memiliki pilihan untuk menjajal karier lain, Michelle rupanya memiliki tekad untuk tidak meninggalkan dunia basket. Michelle mengaku ingin selama mungkin bermain basket dan belum berencana pensiun dalam waktu dekat. 

"Sebisa mungkin tetap di basket, apalagi kedua orang tua juga mendukung. Sempat kepikiran untuk memiliki karier lain, tapi saya rasa basket merupakan pilihan terbaik," tutur Michelle Kurniawan.

Berita Terkait