Curhat Supardi Setelah Djanur Tinggalkan Persib

oleh Erwin Snaz diperbarui 16 Jul 2017, 18:45 WIB
Supardi Nasir menilai keputusan Djadjang Nurdjaman mundur dari Persib Bandung setelah kalah dari Mitra Kukar cukup mengejutkan. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Bek sayap Persib Bandung, Supardi Nasir, sangat terpukul dengan keputusan pelatih Djadjang Nurdjaman yang memilih mundur setelah timnya dikalahkan Mitra Kukar 1-2 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu (15/7/2017) malam.

Supardi tidak menduga Djanur ilangsung membuat keputusan itu. "Saya sedih dan berat dengan keputusan pelatih, termasuk teman-teman yang lain karena kami sudah dekat sekali dengan Pak Djanur dan kami sudah merasakan bagaimana juara, juga merasakan kebersamaan yang kuat," ucap Supardi di mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Minggu (16/7/2017).

Supardi mengaku secara pribadi ia tidak bisa berpisah dengan Djanur dalam keadaan tim seperti saat ini. Ia berharap ada perpisahan dalam keadaan tim sedang berbahagia.

Advertisement

"Atau setidaknya sampai kompetisi selesai tetapi di tengah jalan seperti ini semua pemain merasakan berat melepas, tapi satu sisi kami tidak bisa memaksa Pak Djadjang bertahan karena keputusan ada di manajemen, termasuk keluarga Pak Djadjang pun saya lihat sudah tidak tahan," kata Supardi.

Pemain bernomor punggung 22 menyatakan, Djanur merupakan pelatih yang pengertian dengan keadaan pemain. Bahkan semua pemain sangat dekat dengan pelatih berusia 59 tahun itu.

"Selain pelatih, dia sudah seperti orang tua kami, sahabat, dan bisa diajak bicara banyak. Kami tidak sungkan kalau bercanda setelah latihan atau lagi makan bersama. Solidaritasnya pun sangat tinggi. Itu yang mengesankan dari sosok beliau," papar Supardi.

Supardi memahami dengan kondisi Djanur yang mendapat tekanan besar dari sebagian bobotoh. Sayangnya, kritikan yang dilontarkan oknum bobotoh itu kata dia sudah keluar dari trek terhadap peran sebagai pelatih.

"Kami tahu bagaimana besarnya tekanan di Persib, tapi kalau kritikan sudah sampai ke masalah ibadah dan pribadinya, sudah pasti akan terasa sakit, apalagi keluarga Pak Djadjang, karena itu saya berharap kritikan bobotoh ke depan jangan keluar dari koridor dan tidak kasar," papar Supardi.

Terlebih harapan yang tinggi dari bobotoh sangat dimengerti oleh semua pemain. Apalagi, lanjut Supardi, Persib merupakan juara bertahan kompetisi tertinggi. Namun, dalam keadaan seperti saat ini, seharusnya bisa dipahami. Pasalnya, striker Persib yang diandalkan sedang bermasalah.

"Sekarang Sergio sakit, Cole dan Tantan juga. Ada Shohei tapi dia bukan tipe striker. Kami butuh seorang striker yang bisa pegang bola. Itu merupakan faktor keadaan tim sekarang. Mudah-mudahan Persib kami semakin solid," ucap Supardi.