Menilik Metode Terapi Bek Timnas Indonesia Jelang SEA Games

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 03 Agu 2017, 10:15 WIB
Bek Timnas Indonesia U-22, Bagas Adi Nugroho, menjalani terapi dan latihan pemulihan agar lebih cepat pulih dari cedera lutut yang dialaminya dan bisa ikut Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2017. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Bek Timnas Indonesia U-22, Bagas Adi Nugroho, tak ingin kehilangan kesempatan untuk berusaha membawa Indonesia meraih prestasi di SEA Games 2017. Bagas pun berjuang untuk pulih dari cederanya dengan terapi dan latihan yang sangat intensif.

Bagas pulang dari Kualifikasi Piala Asia U-23 20017 dengan membawa cedera lutut. Bagas salah posisi jatuh saat melakukan tekel dalam pertandingan terakhir kontra Thailand. Bagas pun sempat terancam kehilangan tempat di Timnas Indonesia U-22 seperti yang dialami Ahmad Nur Hardianto, yang akhirnya harus beristirahat selama empat bulan.

Advertisement

"Saya mengalami cedera di otot adductor, sampai di lutut pun ada sedikit cairan. Namun, kemarin cairan itu sudah diambil saat pemeriksaan di Rumah Sakit Mayapada. Sekarang banyak diterapi, perkembangan sudah bagus, dan sudah mulai tidak terasa," ujar Bagas Adi Nugroho kepada Bola.com di sela-sela terapi di Cardea Physiotherapy and Pilates, Jakarta Selatan.

Melalui pemeriksaan awal, Bagas Adi Nugroho diketahui harus beristirahat selama dua sampai empat pekan. Kepada Bola.com, Dokter Timnas Indonesia U-22, Syarief Alwi, merasa yakin Bagas bisa kembali saat pemusatan latihan terakhir jelang keberangkatan ke SEA Games 2017, dengan catatan Bagas Adi intensif melakukan terapi penyembuhan.

Pemain Arema FC itu tidak menyerah begitu saja dengan cedera yang dialaminya. Bagas pun memilih menjalani terapi intensif di Jakarta ketimbang pulang ke Malang.

Bekerja sama dengan PSSI, Manajemen tempat Bagas bernaung, Munial Sports Group, berupaya memenuhi keinginan sang pemain untuk bisa pulih lebih cepat dengan memberikan fasilitas terapi intensif.

"Saya optimistis bisa tetap ikut pemusatan latihan. Jika dilihat sejak awal saya kini sudah mengalami perkembangan yang bagus. Jadi saya punya keyakinan untuk itu," ujar bek Timnas Indonesia U-22 asal Sleman.

2 dari 2 halaman

Perawatan yang Dijalani Bagas Adi Nugroho

Bek Timnas Indonesia U-22, Bagas Adi Nugroho, menjalani terapi dan latihan pemulihan agar lebih cepat pulih dari cedera lutut yang dialaminya dan bisa ikut Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2017. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bagas Adi Nugroho menjalani terapi intensif untuk meningkatkan efisiensi lutut yang cedera agar bisa kembali saat pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 yang akan dimulai pada 6 Agustus 2017.

Seperti apa terapi dan latihan yang ia lakukan?

Salah satu fisio di Cardea, Rony Martinus Purba, mengungkapkan Bagas melakukan latihan intensif dengan mengombinasikan terapi dengan latihan olahraga untuk bisa mengembalikan kondisi lutut lebih cepat.

"Bagas datang masih dalam fase akut, jadi kami harus menghilangkan bengkak yang ada di lututnya dulu, kita kurangi rasa nyeri yang ada. Setelah tiga kali menjalani terapi dan rasa nyeri itu hilang, kami mulai mengombinasikan dengan terapi aktif, yaitu kombinasi dengan latihan bergerak," ujar Rony.

"Bagas mengalami peradangan, jadi kami memulai dengan mengembalikan fungsi otot yang bekerja, dari kekuatan dan fleksibilitas otot. Bagas harus menjalani setidaknya lima kali terapi, setelah itu kami akan evaluasi lagi apakah Bagas sudah bisa naik ke latihan olahraga atau masih harus meningkatkan fleksibilitas otot. Semua itu kami lakukan agar Bagas siap untuk kembali mengikuti pemusatan latihan," lanjutnya.

Sementara itu, Galuh Ergia, seorang fisio dan instruktur pilates yang menangani Bagas secara langsung, mengungkapkan bahwa target yang dikejar adalah bagaimana Bagas bisa kembali berlatih bersama Timnas Indonesia U-22 tanpa ada keluhan lagi di lututnya. Untuk itu, sejumlah menu latihan pun diberikan di luar terapi agar lututnya bekerja dengan efektif dan tidak mengalami rasa nyeri lagi.

"Saya melihat Bagas sangat berharap bisa kembali ke Timnas Indonesia pada 6 Agustus. Jadi kami kebut terapi plus latihan. Mau tidak mau Bagas setiap hari harus latihan di sini. Targetnya adalah dia bisa bermain tanpa keluhan di lutut, karena kalau ada keluhan di sana, mau tidak mau dia harus kembali ke klub karena tidak mungkin bermain di Timnas Indonesia," ujar Galuh.

"Kami ingin membekalinya dengan latihan core dan latihan positioning, jadi kami akan berikan latihan bagaimana cara menendang, melakukan keeping bola, dan melompat yang baik. Target kami saat ini adalah mengefektifkan lutut Bagas agar tidak nyeri dan ia bisa kembali ke Timnas Indonesia. Selanjutnya, tinggal mengembalikan agility dan performanya," lanjutnya.

Dengan kerja keras yang dilakukan oleh Bagas Adi Nugroho saat ini, PSSI dan pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, pun tetap memanggil bek tengah Arema FC itu untuk mengikuti pemusatan latihan di Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, mulai 6 Agustus 2017.