Evaluasi Liga 1 2017, Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 04 Agu 2017, 05:45 WIB
PT Liga Indonesia Baru menggelar evaluasi paruh musim Liga 1 2017 dengan menggelar managers meeting di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017). (Bola.com/Benediktus Gerendo)

Bola.com, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru menggelar managers meeting klub Liga 1 2017 untuk membahas evaluasi paruh musim di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017) malam. Dalam berbagai bahasan mengenai evaluasi sepanjang 17 pekan kompetisi, masalah kepemimpinan wasit yang paling menjadi sorotan bagi klub-klub peserta.

153 pertandingan di putaran pertama Liga 1 sudah selesai digelar. PT Liga Indonesia Baru mengajak klub peserta melakukan evaluasi.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Berlinton Siahaan, menyebut masalah kepemimpinan wasit menjadi sorotan yang paling besar dalam evaluasi sehingga penggunaan wasit asing di putaran kedua menjadi solusi terbaik untuk saat ini.

Advertisement

"Ada beberapa catatan yang kami dapatkan bersama teman-teman klub. Ada beberapa isu di putaran pertama yang kami jadikan evaluasi untuk putaran kedua. Yang paling banyak disorot dan dikritik adalah masalah kepemimpinan dalam pertandingan. Tentu saja terobosannya adalah wasit asing," ujar Berlinton Siahaan.

Selain itu, jumlah pelanggaran berbuah kartu yang dihasilkan dalam 153 pertandingan cukup fantastis. COO PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy, menyebut ada 678 kartu kuning keluar dari saku wasit dan ada 34 kartu merah sepanjang Liga 1 2017. Menurutnya, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari kompetisi musim lalu.

"Artinya rataan per pertandingan ada tiga sampai empat kartu yang keluar. Hal ini menjadi evaluasi, apakah wasit yang terlalu mudah mengeluarkan kartu, atau memang pemain yang cenderung kasar. Secara rataan, jumlah ini meningkat dari musim sebelumnya," ujar Tigor Shalomboboy.

Tigor juga menyampaikan di luar pelanggaran yang terjadi di dalam lapangan, pelanggaran di luar lapangan pun cukup banyak dan pelanggaran tersebut menjadi wewenang Komisi Disiplin untuk menetapkan sanksi. Tigor mengungkapkan kebanyakan pelanggaran tersebut berasal dari panitia pelaksana pertandingan.

"Banyaknya pelanggaran yang terjadi di putaran pertama karena panpel pertandingan yang tidak bekerja dengan baik, bisa dilihat dari banyaknya insiden pelemparan atau flare yang menyala saat pertandingan," ujarnya.

PT Liga Indonesia Baru sudah memiliki solusi terkait masalah kepemimpinan dalam pertandingan. Bekerja sama dengan PSSI, operator kompetisi di Indonesia itu akan menggunakan wasit asing. Wasit asal Australia dan Kirgizstan menjadi yang pertama.

Tigor Shalomboboy menjelaskan kriteria terkini dari laga yang akan dipimpin para wasit FIFA itu.

"Wasit asing sudah ada di Indonesia. Wasit tersebut pasti akan memimpin pertandingan Liga 1 2017 yang krusial dan dipastikan akan ada siaran langsung televisi. Jadi, semua masyarakat juga bisa menilai kepemimpinan wasit itu," ujar Tigor.