Audisi Djarum: 16 Pebulutangkis Surabaya Genggam Tiket ke Kudus

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 07 Agu 2017, 19:07 WIB
Berikut ini 16 pebulutangkis muda asal Surabaya yang meraih tiket ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kudus. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Surabaya - Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 zona Surabaya telah berakhir, Senin (7/8/2017). Perhelatan yang dilangsungkan selama tiga hari sejak 5 Agustus ini telah meloloskan 16 pebulutangkis cilik ke putaran final yang akan berlangsung pada 8-10 September di Kudus.

Sebanyak 12 atlet menggenggam super tiket melalui mekanisme turnamen. Sementara itu, empat pebukutangkis lainnya dipilih langsung tim pencari bakat yang diterjunkan PB Djarum.

Peraih super tiket untuk kategori putra U-11 adalah Bagus Prasetyo, Raffael Radzinski Sadad, Ardiola Dionilo, dan Devara Gavin Milano. Untuk kategori putri ada Karina Puteri Ramadhani, Gusti Ayu Komang Sanita Cinta.

Advertisement

Untuk kategori putra U-13 ada nama Anas Faiz Setiawan, Febriano Wahyu Jati Nugroho, Raffael Patriatic Akbar, serta Fransiskus Mario Dimar Prasetya. Sementara di sektor putri yakni, Dea Amelia Anastasya, Chealsea Putri dan Mayrera Sensa.

Sedangkan sebanyak empat super tiket tambahan diberikan pada Laudya Aura Dewi, Nazura Trisyah, Gilang Krisandi Toyo Pramana Putra, dan Regzi Albert Tamahari. Keempat pebulutangkis ini diambil dari U-13 kategori putra dan putri.

Salah satu tim pencari bakat PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan, keputusan meloloskan empat pebulutangkis penggengam super tiket tambahan karena ada sejumlah alasan.

"Untuk yang putri, karena usianya lebih muda dibanding lawan yang mengalahkannya. Sementara untuk putra ada yang karena posturnya kalah tapi secara teknik dia bagus. Untuk Gilang (Gilang Krisandi Toyo Pramana Putra) karena sudah menunjukkan semangat juang tingi tapi kalah," jelas Fung.

Soal kualitas pebulutangkis yang lolos dari zona ini, Fung mengaku sudah cukup bagus. Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini Fung mengaku tak bisa membuat perbandingan kualitas pebulutangkis cilik yang lolos dari zona Surabaya dengan gelaran yang sama di kota lain sebelumnya.

"Saya tidak mengikuti semua audisi. Jadi belum bisa disebutkan peserta dari kota mana yang lebih bagus dan berkualitas. Yang pasti, kalau sudah lolos ke Kudus sudah bagus. Soal prestasinya di Kudus nanti seperti apa, kita lihat saja," tutur Fung usai acara.

Fung menyatakan, soal jumlah super tiket yang diberikan ke peserta lebih sedikit ketimbang tahun lalu yang mencapai 21 orang. Menurutnya karena pada gelaran yang sama tahun ini tidak ada kelompok umur U-15.

"Pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis tahun lalu ada 3 kelompok umur, sekarang hanya dua kelompok umur. Kemarin ada kategori U-15, kualitasnya juga berbeda dengan U-11 dan U-13," sebutnya.