Pujian untuk Kuartet Lini Tengah Real Madrid

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 10 Agu 2017, 19:23 WIB
Gelandang Real Madrid, Isco Alarcon, menggelar selebrasi setelah merobek gawang Manchester United (MU) pada laga Piala Super Eropa 2017 di Philip II Arena, Skopje, Rabu (9/8/2017) dini hari WIB. (AFP/Dimitar Dilkoff)

Bola.com, Madrid - Penampilan Real Madrid di pentas Piala Super Eropa 2017 mendapat atensi dari berbagai pihak. Pembahasan mendalam datang dari beberapa media. Satu yang menonjol adalah magnet kuartet lini tengah Real Madrid.

Real Madrid membungkam Manchester United dengan skor 2-1 pada laga di Skopje, Macedonia, Selasa (8/8/2018) atau Rabu (9/8/2017) dini hari WIB. Gol dari Isco dan Casemiro hanya mampu dibalas sekali dari bomber Manchester United, Romelu Lukaku.

Advertisement

Keberadaan Casemiro dan Isco di papan skor menjadi awal dari atensi penampilan lini tengah Real Madrid. Secara keluruhan, permainan empat gelandang Real Madrid mendapat acungan jempol.

Padahal, banyak pihak yakin Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane memasang pola 4-3-3. Namun, pada praktiknya, sosok Isco menjadi pelengkap penampilan seimbang Toni Kroos, Casemiro dan Luka Modric.

Empat penggawa tersebut paling menonjol di antara dua aggresor lainnya, yakni Karim Benzema dan Gareth Bale. Pola aliran bola Real Madrid menjadi lebih bagus, terutama pada periode setelah 20 menit pertandingan.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengakui peran penting komposisi lini tengah guna meredam penampilan para gelandang Manchester United. Sejak awal, Zinedine yakin anak asuhnya bakal bekerja keras guna meredam aksi Nemanja Matic dan Paul Pogba, dua motor lini tengah Setan Merah.

Prediksi Zizou menjadi kenyataan. Selama 20 menit awal pertandingan, mereka harus bekerja keras, tak hanya meredam sisi penyerangan lawan, melainkan juga bagaimana mereka membantu menggertak area pertahanan Manchester United.

Kerja keras yang membuahkan hasil positif. Kreasi empat pemain tersebut memberi napas panjang bagi permainan Real Madrid. Situs Marca mencatat, Toni Kroos mencatat akurasi umpan ada di angka 95 persen, sementara Luka Modric satu persen lebih tinggi.

2

Peran Modric, Kroos, Casemiro dan Isco, pada sistem permainan Real Madrid sudah terbukti 'manjur'. Tercatat, mereka sudah bermain dalam delapan pertandingan, dengan tujuh di antaranya berbuah kemenangan.

Situs Marca memberi sebutan atas peran masing-masing. Casemiro disebut sebagai si tukang potong, Kroos berstatus pembuat gelombang serangan, Modric berprilaku sebagai pembuat imajinasi aliran bola dan Isco mendapat julukan 'belati', yang tinggal menyisir, memotong atau menuntaskan peluang.

Casemiro mengakui, formasi bersama tiga rekannya menjadi pengulangan dari apa yang mereka perlihatkan pada laga final Liga Champions 2016-2017. Saat itu, pola area tengah tersebut menjadi satu di antara kunci mengalahkan Juventus di Cardiff.

"Tetap saja laga kontra Manchester United sangat berat. Tak mudah membuka peluang, dan kami harus bekerja keras. Kami tak bisa terpisah-pisah untuk menggapai kemenangan, karena Real Madrid akan sukses jika semua individu menjadi tim," beber Casemiro.

Sumber: Marca, Real Madrid

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini