Liga 2: Menghitung Peluang Wakil Grup 6 ke Babak 16 Besar

oleh Gatot Susetyo diperbarui 22 Agu 2017, 13:30 WIB
Kans Persik melaju ke fase 16 Liga 2 2017 membesar lagi. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Kediri - Persaingan perebutan tiket ke babak 16 besar Liga 2 2017 untuk Grup 6 masih seru. Hal ini menyusul hasil negatif yang diraih Kalteng Putra setelah ditundukkan Perssu Real Madura 1-0 di Sumenep.

Pelatih Sugiantoro yang sempat dilanda putus asa setelah tim asuhannya, Persik Kediri, dipermak PSBK 0-3, kini punya optimisme lagi Persik bisa lolos ke babak 16 besar.

Rivalitas grup ini memang sangat sengit. PS Mojokerto Putra yang memimpin dengan poin 21 masih belum aman karena anak asuh Redi Suprianto ini hanya menyisakan satu laga tandang melawan PSBK (26/8/2017).

Advertisement

Sementara Persik (17 poin) dan Kalteng Putra (18) masih memilki dua sisa pertandingan dan berpeluang menggeser posisi Mojokerto Putra jika mampu memaksimalkan laga.

Langkah Persik ditentukan duel dengan Kalteng Putra di Stadion Brawijaya, Kota Kediri (29/8/2017), dan tandang ke Persewangi (9/9/2017).

"Kunci kebangkitan kami saat menjamu Kalteng Putra. Kami harus menang agar peluang tetap terbuka. Selanjutnya kami habis-habisan melawan Persewangi," kata Sugiantoro.

Jika bisa mengalahkan Kalteng Putra, Slamet Sampurno dkk. cukup bermain imbang dengan Persewangi. Jika itu yang terjadi, poin akhir Persik dan Kalteng Putra sama-sama 21. Namun, secara head to head Persik lebih unggul ketimbang Kalteng Putra.

"Kami akan lolos jika yang dipakai sistem head to head. Makanya, kekalahan Kalteng Putra di Sumenep membuat kami punya harapan lagi untuk ke babak 16 besar," tutur Sugiantoro.

Pelatih Mojokerto Putra, Redi Suprianto, juga mengaku belum aman. Jika The Lasmojo dijegal PSBK, nasib mereka masih tergantung tim lain di Grup 6 Liga 2 2017.

"Bila kami kalah di Blitar, sementara Kalteng dan Persik bisa meraih poin maksimal, kami bertiga akan punya poin akhir sama 21. Secara head to head, kami kalah dari Kalteng Putra. Tapi, unggul dibanding Persik," tutur Redi Suprianto.