Pelatih Wushu Indonesia Puas dengan Performa Juwita Niza

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 22 Agu 2017, 13:00 WIB
Zhang Yuening (kanan) puas dengan penampilan Juwita Niza di SEA Games 2017. (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

 

Bola.com, Kuala Lumpur - Pelatih wushu Indonesia asal China, Zhang Yuening, puas melihat keberhasilan Juwita Niza Wasni meraih medali emas SEA Games 2017, Selasa (22/8/2017). Menurut Zhang, medali emas ini menjadi hasil latihan serius yang dijalani Niza meski ia sempat didera cedera.

Juwita Niza berhasil meraih medali emas ketiga dari cabang Wushu di SEA Games 2017. Atlet putri Indonesia itu mendapatkan medali emas dari nomor kombinasi Nandao dan Nangun setelah meraih nilai tertinggi di masing-masing nomor.

Sang pelatih merasa bangga karena Niza bisa terus mempertahankan prestasinya, setelah di SEA Games 2013 Myanmar dan Asian Games 2014 di Incheon. Zhang Yuening melihat pribadi Niza yang sangat giat berlatih, jadi alasan mampu mempertahankan prestasinya.

 

Advertisement

 

"Niza sudah pernah mendapatkan medali emas di SEA Games sebelumnya dan juga di Asian Games. Niza atlet yang sangat giat berlatih walau sempat mengalami cedera. Ia selalu serius dalam berlatih dan hasil yang diraihnya saat ini menurut saya sudah sangat sesuai dengan semua usaha yang dilakukannya," ujar Zhang Yuening.

"Hasil ini tentu sesuai dengan yang saya harapkan. Ia bisa bermain maksimal dan semua yang sudah dilatih bisa dikeluarkan dengan maksimal. Tingkat kesulitan pun bisa dilaluinya dengan sempurna, tak gagal sama sekali," lanjut pelatih asal China itu.

 

 

Setiap kali tampil, tampak raut wajah Niza tegang. Hal tersebut dilihat langsung Bola.com ketika Juwita Niza Wasni akan tampil di nomor Nangun pada Senin sore dan Nandao pada Selasa pagi. Namun, Zhang memiliki kiat tersendiri untuk bisa membantu anak asuhnya itu lepas dari ketegangan.

"Sedikit tegang itu hal yang wajar. Mungkin karena ia pernah meraih emas sebelumnya, jadi ada sedikit beban untuk bisa tetap memberikan yang terbaik. Namun, saya hanya perlu memberikan dukungan dan menegaskan kepercayaan kepadanya bahwa ia bisa melakukan yang terbaik. Saya hanya minta ia bermain seperti ketika saat berlatih," ujar pelatih yang menangani Niza sejak 2013 itu.

*Laporan langsung Benediktus Gerendo Pradigdo dan Vitalis Yogi Trisna dari Kuala Lumpur, Malaysia