Gelandang MU Ungkap Metode Latihan Luis Milla di Timnas Indonesia

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 03 Sep 2017, 18:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Fiji pada laga persahabatan di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu, (2/9/2017). Skor berakhir imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Bangkalan - Gelandang Madura United, Slamet Nurcahyo, salah satu pemain yang merasakan polesan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. Meski relatif singkat, pemain asal Jember ini merasakan ada perbedaan antara beberapa pelatih yang pernah menanganinya, dengan cara melatih arsitek asal Spanyol tersebut.

Advertisement

Menurutnya, metode latihan Luis Milla lebih banyak sentuhan dengan bola. Selain itu, ia juga menilai Luis Milla memiliki banyak variasi untuk latihan penyelesaian akhir. Namun, baginya hal itu tidak berarti lebih istimewa dibanding arsitek lain.

"Saya melihat Coach Milla sangat bagus, tapi jangan dibandingkan karena semua pelatih punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya sendiri merasa nyaman dengan cara melatihnya," ujar jebolan Assyabab Surabaya (klub internal Askot PSSI Surabaya).

Slamet mengaku sulit memberikan penilaian lebih detail karena waktu ia berlatih di bawah asuhan Luis Milla tak sampai seminggu. Ia mengaku belum bisa mengamati lebih cermat apa saja yang sangat berbeda dari gaya melatih Luis Milla.

Gelandang Timnas Indonesia, Selamet Nur Cahyo, mengikuti latihan jelang laga melawan Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat, (1/9/2017). Indonesia akan menjalani laga Persahabatan melawan Fiji. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kendati saat melawan Timnas Fiji diturunkan tak sampai 15 menit, Slamet mengaku tak masalah. Pasalnya, untuk kesempatan pertama gabung lagi dengan Timnas senior, diberi menit bermain saja sudah bagus.

"Kalau dibilang puas tentu tidak. Bermain di bawah 15 itu sangat sebentar, dan saya merasa belum panas. Tapi tidak masalah, yang penting saya sudah berusaha tampil sebaik mungkin," tuturnya.

Slamet pun berharap, jika diberi kesempatan lagi, ia akan berusaha tampil sebaik mungkin, sehingga bisa menjadi bagian dari skuat Garuda saat bertanding di turnamen resmi. Sebab ia sudah lama merindukan bisa bermain untuk Timnas Indonesia.