Pelajaran Berharga dari Kekalahan Perdana Timnas Indonesia U-19

oleh Erwin Snaz diperbarui 12 Sep 2017, 13:14 WIB
Para pemain Vietnam merayakan kemenangan atas Timnas Indonesia U-19 pada laga AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (11/9/2017). Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Bandung - Timnas Indonesia U-19kalah dari Vietnam dengan skor telak 0-3 pada laga ketiga Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (11/9/2017). Padahal, anak asuh Indra Sjafri menguasai jalannya pertandingan. Namun, hasil akhir mengecewakan bagi Garuda Nusantara.

Mantan gelandang Persib Bandung era 1990-an, Yudi Guntara menilai kekalahan telak Egy Maulana Vikri dkk lantaran seperti ada beban harus mengalahkan Vietnam yang memang memiliki kekuatan dan kekompakkan yang bagus.

Advertisement

"Pembinaan usia muda dan senior di tim Vietnam saat ini menjadi sandungan bagi Indonesia. Timnas Indonesia sulit menembus pertahanan Vietnam, apalagi Egy tidak bisa berbuat banyak," ujar Yudi saat dihubungi Bola.com, Senin (11/9/2017) malam.

Serangan-serangan tim Garuda Nusantara yang dibangun dari sektor manapun lanjut Yudi selalu terbaca. "Sehingga pemain-pemain Indonesia seperti frustrasi, ditambah keluarnya penjaga gawang Indonesia, semakin menambah kendala, begitu kemasukan satu gol mental Indonesia langsung jatuh. Ini (mental) pun harus menjadi perhatian tim pelatih," ucap Yudi.

Dikatakan Yudi, Egy Maulana Vikri dkk. cukup menguasai bola, namun serangan yang dibangun selalu gagal karena para pemain Vietnam disiplin. Karena itu yang harus dibenahi dari Indonesia adalah bagaimana caranya menyusun strategi serangan yang jitu mulai dari barisan tengah.

"Saya melihat serangan yang di bangun dari sektor tengah ke depan terputus dan tidak ada seorang striker yang ngotot. Egy sendiri bukan tipe striker seperti itu. Postur tubuhnya tidak ideal untuk seorang striker, bola-bola crossing atas selalu kalah duel. Jadi permainan Indonesia sudah terbaca oleh Vietnam dengan mengandalkan alur bola dari tengah," ungkap Yudi.

Ditariknya kiper Muhammad Riyandi dan diganti Aqil Savik pada menit 38 karena cedera menurut Yudi juga menjadi salah satu faktor kekalahan telak oleh Vietnam. Meski demikian Yudi optimistis Indonesia bisa lolos ke babak selanjutnya.

"Brunei Darussalam masih di bawah Indonesia, jadi saya optimistis Indonesia bisa mengatasi Brunei. Menurut saya di AFF U-18 ini kali ini hanya Thailand dan Vietnam yang menjadi saingan Indonesia," ucap Yudi.

Seperti diketahui Timnas Indonesia U-19 akan melakoni laga terakhir penyisihan Grup B menghadapi Brunei Darussalam pada 13 September 2017. Laga tersebut wajib dimenangkan Indonesia untuk membuka peluang lolos ke semifinal.