Pelatih Kiper Timnas U-19 Beri Bocoran soal Pengganti Riyandi

oleh Aning Jati diperbarui 13 Sep 2017, 07:30 WIB
Kiper utama Timnas Indonesia U-19 Muhammad Riyandi mengalami cedera parah dan harus mengakhiri kiprah di Piala AFF U-18, lebih cepat. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Yangon - Cedera yang membuat Muhammad Riyandi harus absen dari lapangan setidaknya selama enam bulan harus disikapi bijak tim pelatih Timnas Indonesia U-19. Pasalnya, Riyandi selama ini jadi andalan di bawah mistar gawang Tim Garuda Nusantara.

Situasi ini juga dipastikan membuat satu dari dua kiper yang ada di Timnas Indonesia U-19 saat ini, harus siap "naik pangkat" menggantikan posisi Riyandi.

Advertisement

Dalam daftar pemain Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-18 2017 ini, masih terdapat dua kiper, yakni Muchamad Aqil Savik dan Gianluca Pagliuca Rossy. Dari keduanya, baru Aqil yang mendapat kesempatan bermain. Itu pun ketika masuk menggantikan Riyandi setelah tak sanggup melanjutkan pertandingan kontra Vietnam (11/9/2017) pada menit ke-37.

Penampilan Aqil dalam pertandingan itu jadi sorotan pencinta sepak bola Indonesia karena ia dianggap terlalu mudah kebobolan. Ia dinilai masih belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Namun, pelatih kiper Timnas Indonesia U-19, Jarot Supriadi, kembali menegaskan bila dua kiper itu memiliki kualitas yang sama dengan Riyandi. Perihal penampilan Aqil yang dinilai masih kurang memuaskan saat menggantikan Riyandi pada duel versus Vietnam, Jarot pasang badan. Ia berujar tidak menyalahkan anak asuhannya karena memang situasi yang dihadapi dinilai berbeda.

"Tim ini kan isinya anak-anak muda. Ada satu permasalahan dalam tim, biasanya akan berdampak secara psikis pada mereka," ujarnya.

Jarot juga mengungkapkan bila tiga gol yang bersarang ke gawang Aqil, sebenarnya bukan mutlak kesalahannya. "Hasil diskusi dengan coach Indra Sjafri, sebenarnya gol-gol kemarin itu bukan dari kesalahan yang murni dia buat. Ya, memang bola tidak kena dan gol," kata Jarot.

"Dia sudah tahu taktik tim, strategi tim seperti apa. Bagaimana membangun serangan dari bawah, bagaimana juga kalau dia harus mengirim bola-bola langsung ke depan, dia sudah tahu," jelasnya.

Hanya, Jarot menggarisbawahi tetap perlunya evaluasi karena pada laga kontra Vietnam lalu merupakan pengalaman pertama Aqil di laga internasional. "Saya optimistis dia tetap jadi bagian dari kiper timnas yang punya prospek bagus. Dia sejajar dengan kiper lain," kata Jarot.

Lantas apakah dengan begitu posisi kiper utama Timnas Indonesia U-19 akan jatuh ke Aqil? Jarot tidak menjawab secara gamblang. "Sesudah pertandingan melawan Vietnam, Senin (11/9/2017) malam, saya memanggil Aqil dan Gianluca. Kami diskusi, dan hasilnya, tidak ada apa-apa yang terjadi dengan mereka. Hanya, khusus Aqil, memang kurang bisa menyesuaikan situasi di lapangan dengan cepat sehingga terlihat seperti grogi," lanjut Jarot.

(Laporan jurnalis Bola.com Aning Jati dan fotografer Liputan6.com Yoppy Renato dari Yangon, Myanmar)