Indonesia Kembali Helat Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 13 Sep 2017, 16:12 WIB
Yogyakarta terpilih sebagai kota penyelenggara Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 yang akan digelar di GOR Among Rogo pada 9-22 Oktober. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Jakarta - Yogyakarta terpilih sebagai kota penyelenggara Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017. Ini menjadi yang pertama bagi Indonesia dalam 25 tahun setelah terakhir digelar di Jakarta pada 1992.

Advertisement

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 akan berlangsung di GOR Among Rogo pada 9-22 Oktober mendatang. Rencananya, turnamen bergengsi bulutangkis untuk pemain berusia di bawah 19 tahun itu akan diikuti lebih dari 60 negara.

Sekretaris Jenderal PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sekaligus ketua panitia penyelenggara, Achmad Budiharto, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan BWF kepada Indonesia untuk menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017. 

"Ini menjadi sebuah kebanggaan untuk Indonesia kembali menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior. Seperti diketahui, event tersebut pertama kali berlangsung di Jakarta pada 1992. Jadi, Indonesia butuh waktu 25 tahun untuk kembali dipercaya menggelar event bergengsi ini," kata Achmad Budiharto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 akan mempertandingan dua kategori yakni beregu dan perorangan. Kategori beregu akan dihelat pada pekan pertama, sementara nomor perorangan akan dilangsungkan pada pekan kedua.

Sebelum turnamen dilaksanakan, penyelenggara mempersilakan negara-negara yang baru mengenal bulutangkis untuk mengikuti training camp.

"Kami memberikan kesempatan pada negara-negara yang baru mengenal bulutangkis untuk mengikuti training camp yang akan dimulai pada 22 September 2017. Nantinya, juga ada kompetisi dalam sesi itu," ucap Achmad Budiharto.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 menjadi momentum buat para pemain junior untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Seperti diketahui Indonesia terakhir meraih gelar juara dari ganda campuran pada 2012 yakni melalui Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani. Adapun pencapaian terbaik nomor beregu yakni peringkat kedua pada 2015.

Berita Terkait