Saat Para Legenda Bulutangkis Kembali Unjuk Gigi di Lapangan

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 01 Okt 2017, 18:53 WIB
Aksi legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat/Bobby Ertanto, pada turnamen XTRM Modern Badminton Country Club (MBC) Open 2017, Minggu (1/10/2017). (Bola.com/Wijayanto)

Bola.com, Tangerang - Penonton bertepuk tangan meriah setiap kali pasangan Taufik Hidayat/Bobby Ertanto mendulang poin demi poin, Minggu (1/10/2017). Di lapangan sebelahnya, pasangan Bambang Supriyanto/Tri Kusharjanto terus berteriak kencang saat mendapat poin. Penonton juga merespons dengan tepukan tangan meriah. 

Advertisement

Namun, kedua pasangan legenda bulutangkis Indonesia berbeda nasib. Bambang/Trikus berhasil menang dan berhak melaju ke final, sedangkan langkah Taufik/Bobby terpaksa terhenti. 

Kiprah menarik para legenda yang kembali berjibaku di lapangan tersebut dapat disaksikan pada ajang XTRM Modern Badminton Country Club (MBC) Open 2017 di Modern Country Club, Cikokol, Tangerang. Permainan mereka masih lincah meskipun usia sudah tak lagi muda. 

"Memang kejuaraan ini ajang berkumpul legenda, baik yang sudah senior maupun legenda yang masih junior. Kebetulan saya dua kali sepekan latihan di sini, jadi senang ada kejuaraan ini," kata Tri Kusharjanto saat berbincang dengan Bola.com di sela-sela turnamen. 

"Alangkah bagusnya kalau kejuaraan seperti ini digelar setahun sekali. Jadi sekalian bisa jadi tempat berbagi para legenda tentang bulutangkis Indonesia," kata peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 dan enam kali juara Indonesia Open tersebut. 

Taufik Hidayat mengaku sudah tak terlalu rutin berlatih bulutangkis. Pemain legendaris sektor tunggal putra Indonesia tersebut paling hanya berlatih tiga kali dalam sepekan. Dia menyebut ikut berpatisipasi di turnamen XTRM Modern Badminton Country Club (MBC) Open 2017 hanya untuk bersenang-senang. 

"Kalau untuk kami, bermain bulutangkis seperti ini bukan untuk mencari prestasi, hanya ingin ikut memasyarakatkan bulutangkis. Selain itu, meskipun sudah berumur, masih bisa main dan ada kompetisinya. Apalagi di turnamen ini, siapa saja bisa ikut bermain, tak pandang umur," ujar pengoleksi medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut. 

"Ini buat fun saja. Lagian mainnya juga sektor ganda. Biasanya latihan juga dengan mantan-mantan pemain bulutangkis," sambung Taufik. 

Legenda yang berpartisipasi berasal dari berbagai era, antara lain Bobby Ertanto (selalu penggagas kejuaraan), Hariyanto Arby, Heryanto Saputra, Eddy Hartanto, Tri Kusharjanto, Bambang Supriyanto, Hermawan Susanto, hingga legenda yang lebih muda seperti Taufik Hidayat, Candra Wijaya, Markis Kido, Marlev Mainaky, hingga Fran Kurniawan, dan Ong Ewe Hock dari Malaysia.

Para legenda bulutangkis itu bersaing pada empat kategori yang dilombakan, yaitu ganda campuran bebas, ganda putra bebas, ganda putra veteran +90 tahun, dan internal.

"Sebagai mantan pemain yang sudah lama tidak ikut kompetisi, saya senang ada turnamen ini. Bisa mempererat persahatan juga," kata mantan pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Marlev Mainaky. 

"Kalau saya masih sering latihan, jadi stamina dan nafas masih oke lah. Sehari-hari kan juga melatih anak-anak di klub," kata Marlev sembari tertawa. 

Penggagas kejuaraan, Bobby Ertanto, mengatakan para legenda bulutangkis sangat antusias saat diundang mengikuti turnamen XTRM Modern Badminton Country Club (MBC) Open 2017. "Mereka antusias sekali saat diundang untuk berpartisipasi. Kami mengundang juga untuk sekalian reuni, kumpul-kumpul. Selain itu biar anak-anak muda bisa melihat senior-senior mereka bermain sekaligus belajar, contohnya bagaimana mental mereka saat di lapangan," kata Bobby Ertanto.