Cerita Unik saat Jokowi Sambangi Markas Persebaya

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 11 Okt 2017, 06:45 WIB
Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi dapur Persebaya di Graha Pena, Surabaya, Minggu (8/10/2017). (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berkunjung ke Graha Pena, Surabaya. Orang nomor satu di Indonesia ini tak sekadar menghadiri acara terkait transformasi media di era digital dengan petinggi media Jawa Pos, tapi juga menyempatkan untuk melihat pengelolaan Persebaya Surabaya di bawah PT Jawa Pos Entertainment lebih dekat.

Dalam kesempatan itu, Jokowi, dengan nada bercanda mengatakan kepada Presiden Persebaya, Azrul Ananda, bahwa anak sulung mantan menteri BUMN, Daslan Iskan, tidak akan jadi presiden Persebaya jika bukan karena Jokowi.

Advertisement

"Kalau saya tidak meminta agar Persebaya diaktifkan kembali, Anda tidak mungkin jadi Presiden Persebaya," ujarnya seraya tertawa seperti ditirukan Chairul Basalamah, manajer Persebaya.

Manajemen Persebaya membenarkan hal itu. Meski bukan Jokowi langsung yang memulihkan hak Persebaya kembali berkompetisi, minimal Jokowi berperan besar dalam mengembalikan hak dan status sejumlah klub yang sempat dihilangkan oleh PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husin.

Dahlan Iskan pun memuji peran Joko Widodo dalam membantu menyelamatkan nasib persepak bolaan Indonesia. Bos dari PT Jawa Pos yang memegang 70 persen saham Persebaya Surabaya ini juga menyebut bahwa Presiden Jokowi juga membantu klub tersebut kembali 'bernapas'.

Hal ini tak lepas dari upaya Presiden Jokowi dalam mengawal persoalan kisruh sepak bola nasional di tahun 2015 lalu. Saat itu, peran penting dari pemerintah untuk bisa menyelamatkan kondisi sepak bola nasional cukup kental.

Meskipun Indonesia sempat dihukum FIFA dari pergaulan internasional, namun iklim sepakbola nasional mulai menciptakan titik terang. Bahkan pasca konflik tersebut, Persebaya ikut diakui kembali dalam persepakbolaan nasional.

"Begitu Pak Jokowi menjabat Presiden, masalah PSSI pun teratasi," ujar Dahlan yang pertama kali mencetuskan nama Bonek sebagai sebutan panggilan bagi fan Persebaya Surabaya itu.

2 dari 2 halaman

Jersey Lokal Persebaya

Pemain Persebaya pamer jersey buatan lokal. (Dimas Angga P)

Basalamah juga mengungkapkan jka Presiden Joko Widodo sempat terkaget-kaget setelah mengetahui jersey Persebaya diproduksi oleh salah satu pabrik kaos di Solo, kota dimana Jojowi lahir dan dibesarkan. Ia semakin terkagum-kagum lantaran kostum buatan pabrik itu menggunakan teknologi yang tak kalah dengan produk brand-brand internasional.

Seperti diketahui, kostum Persebaya terbuat dari bahan antibau, antisinar ultra violet (UV). Tak hanya itu, meski buatan lokal Indonesia, kostum Persebaya memiliki bandrol termahal di antara seluruh kostum klub di Indonesia yang tampil di semua level kompetisi. 

"Menurut Presiden, ini sebuah inovasi bagus sekaligus sangat mengejutkan. Beliau tidak menyangka kalau ada pabrik di Indonesia yang bisa bikin kostum secanggih itu," tutur Basalamah.

Presiden Jokowi tak hanya terperangah setelah mengetahui kostum Persebaya, tapi juga bola Pro Team yang juga asli Indonesia.

"Bagi beliau, ini sebuah terobosan bagus yang dilakukan sebuah klub di Indonesia. Sebab dengan memilih untuk memproduksi sendiri dan memprioritaskan produk dalam negeri, Persebaya turut membantu mengembangkan perekonomian rakyat dan industri kreatif di Indonesia," jelas Basalamah.

Tidak lupa pula, Jokowi juga mengapresiasi perubahan besar pada pencitraan Bonek Mania. Menurut mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebuah keberhasilan kendati masih ada persoalan-persoalan yang muncul di tengah upaya memperbaiki pencitraan Bonek Mania.

Jokowi pun berharap, langkah-langkah yang dilakukan manajemen Persebaya bisa diikuti oleh klub-klub lain. Pengelolaan klub secara profesional yang ditunjukkan Persebaya dianggap bisa membawa dampak positif dalam berbagai aspek, baik ekonomi maupun perwajahan sepak bola nasional.

Berita Terkait