Choirul Huda Meninggal, Semen Padang Mengheningkan Cipta

oleh Arya Sikumbang diperbarui 15 Okt 2017, 18:24 WIB
Choirul Huda meninggal pada Minggu (15/10/2017) di Lamongan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Lamongan - Satu Lagi pesepak bola Indonesia wafat saat bermain di lapangan hijau. Minggu (15/10/2017) merupakan penampilan terakhir kiper Persela Lamongan, Choirul Huda.

Petaka terjadi dibabak pertama, ketika Semen Padang FC melakukan serangan ke pertahanan Persela melaui umpan Riko Simanjuntak kepada Marcel Sacramento. Saat itu Marcel dikawal ketat oleh seorang pemain bertahan tuan rumah.

Advertisement

Pada kondisi itu Choirul Huda memutuskan menyelamatkan bola. Tak ada benturan berarti yang terjadi saat itu, namun ditenggarai penjaga gawang utama Persela itu mengalami benturan keras di bagian kepala. Meski masih sempat terbangun, tak lama tak sadarkan diri di lapangan.

Melihat situasi sulit d ilapangan, tim medis bergegas menuju lokasi kejadian dan tak lama Cahoirul Huda dibawa ke rumah sakit terdekat.

Usai pertandingan, kabar mengejutkan datang ke telinga pemain dan manajemen Semen Padang. Kiper senior Persela yang sebelumnya dikabarkan kritis akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan tim medis.

Manager Semen Padang FC, Win Bernadino mewakili tim mengaku prihatin dengan kejadian tersebut Sebelum meninggalkan stadion, seluruh pemain dan manajemen sebutnya, melakukan mengheningkan cipta setelah berkemas di lokcker room.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Sebenarnya, sebelum mendapat informasi Choirul Huda meninggal, kami sudah datangi tim Persela untuk memastikan kondisinya. Kami berdoa agar almarhum diberikan tempat yang layak,” ujar Win kepada Bola.com.

Ia menyebut, rivalitas pemain sepak bola hanya terjadi slema babak reguler, setelah itu seluruh pemain adalah pejuang sepak bola. “Seluruh pemain Semen Padang berduka dengan meninggalnya pejuang sepak bola. Dalam suasana mengheningkan cipta, seluruh pemain tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka,” ungkapnya.

Meski begitu, Win Bernadino menyesalkan tim medis yang terlihat tidak cekatan dalam melakukan tindakan. Hal itu menurutnya terlihat ketika Choirul Huda tidak sadarkan diri. Tim medis terkesan lamban dalam mengambil keputusan apakah membawa pemain keluar lapangan dan langsung ke rumah sakit. “Ini pelajaran bagi tim medis dan kita semua,” cetus Win.