Taekwondo Siapkan Strategi Khusus untuk Hadapi Asian Games

oleh Andhika Putra diperbarui 28 Okt 2017, 08:11 WIB
Atlet taekwondo Indonesia, Shaleha Fitriana (biru), bakal terus ditempa jelang Asian Games 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) tengah melakukan strategi khusus demi mendulang medali pada Asian Games 2018. Menggandeng kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Organisasi Taekwondo Asia atau Asian Taekwondo Union (ATU), PBTI akan melakukan diklat untuk pelatih Poomsae (jurus).

Sebanyak 50 pelatih dari 34 provinsi akan dikumpulkan dan menjalani diklat di Hotel Lorin Sentul, Jawa Barat pada tanggal 28-31 Oktober 2017. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Rahmi Kurnia, diklat ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelatih di Indonesia.

Advertisement

"Selama ini jumlah atlet kyorugi (tarung) masih jauh lebih banyak dari poomsae (jurus). Saya melihat Poomsae di Indonesia masih cenderung kurang di minati," ujar Rahmi dalam rilis yang diterima Bola.com, Jumat (27/10/2017).

"Dengan teknik yang dimiliki, serta metode kepelatihan yang baik, nantinya diharapkan poomsae akan bisa lebih berkembang di seluruh Indonesia dan tentunya diminati banyak taekwondoin," sambungnya.

Tak tanggung-tanggung PBTI menghadirkan Kabid Binpres ATU Mr. Sang Cheon Kim dan Kepala Departemen Pendidikan ATU Mr. So Han Yun yang akan melakukan pemantauan dan pengawasan langsung selama jalannya pendidikan.

PBTI berharap prestasi taekwondo Indonesia bisa meningkat pada Asian Games 2018 setelah berkaca dari SEA Games 2017 di Malaysia. Kontingen Indonesia berhasil menyabet dua medali emas pada ajang dua tahunan tersebut.