Italia Gagal ke Piala Dunia 2018, Buffon Pensiun Lebih Cepat

oleh Liputan6.com diperbarui 14 Nov 2017, 12:03 WIB
Kiper Italia, Gianluigi Buffon bereaksi selama menjamu Swedia pada playoff zona Eropa di Stadion San Siro, Selasa (14/11). Buffon tak bisa menahan air matanya setelah timnya gagal lolos ke Piala Dunia 2018. (Marco BERTORELLO / AFP)

Jakarta - Timnas Italia akhirnya harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2018. Hasil imbang 0-0 lawan Swedia di laga kedua play-off membuat mereka harus memberi tiket itu ke Swedia. Sebab, di laga pertama Italia kalah 0-1.

Atas kekalahan ini, kiper veteran Timnas Italia, Gianluigi Buffon harus mengubur impiannya tampil di Piala Dunia 2018 untuk keenam kalinya. Saat sesi wawancara, Buffon tak dapat menutupi kekecewaannya.

Advertisement

"Itu mengecewakan. Bukan untuk saya, tapi untuk keberlanjutan sepakbola, karena kami meraih sesuatu yang benar-benar penting bagi negara kami," ujar Buffon, seperti dilansir Football Italia.

Saat peluit panjang dibunyikan wasit, Buffon tampak menangis. Ia terpaksa mengakhiri kariernya bersama timnas dengan menyedihkan. Padahal sebelumnya, ia bertekad pensiun usai gelaran Piala Dunia 2018.

"Cuma itu penyesalan saya, bukan karena saya akan pensiun. Karena waktu terus berjalan dan itu sudah pasti. Hanya saja itu memalukan pertandingan resmi saya berakhir dengan kegagalan lolos Piala Dunia," kata kiper Juventus itu.

 

 

2 dari 3 halaman

Tidak Anggap Enteng

Kiper Italia, Gianluigi Buffon, tampak kecewa usai dikalahkan Swedia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Friends Arena, Solna, Jumat (10/11/2017). Swedia menang 1-0 atas Italia. (AFP/Jonathan Nackstrand)

Buffon membantah kegagalan Italia disebabkan karena mereka menganggap enteng Swedia sebelum pertandingan. Ia mengakui bahwa sulit mengembalikan kekalahan 0-1 secara psikologis.

"Barangkali karena kami memang tidak menampilkan sepakbola terbaik yang kami bisa, itulah sayangnya. Kami kekurangan energi dan ketajaman untuk mencetak gol," terangnya.

"Pada akhirnya Swedia bermain sama seperti di leg pertama. Play off ini ditentukan oleh insiden, yang berjalan baik untuk mereka dan buruk untuk kami," papar Buffon.

Kegagalan lolos kualifikasi Piala Dunia ini merupakan yang kedua kalinya dialami Timnas Italia sepanjang sejarah. Kegagalan pertama terjadi di tahun 1958. Namun, Buffon tetap yakin, Italia akan selalu kembali berjaya.

"Saya meninggalkan timnas dengan banyak talenta, termasuk Gianluigi Donnarumma dan Mattia Perin. Saya ingin memberikan pelukan kepada Chiello (Chiellini), Barza (Barzagli), Leo (Bonucci), dan Lele (De Rossi), yang sudah bermain bersama saya selama hampir 10 tahun," terangnya.

"Saya berterima kasih kepada para pemain yang tergabung bersama kami, dan walau itu tidak akan cukup, saya berharap memberikan sesuatu untuk mereka," ucap kiper 39 tahun itu.

3 dari 3 halaman

Chiellini Ikut Pensiun

Striker Swedia, Marcus Berg, berusaha mengindari penjagaan bek Italia, Georgio Chiellini, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Friends Arena, Solna, Jumat (10/11/2017). Swedia menang 1-0 atas Italia. (AFP/Soren Anderson)

Tidak hanya Buffon, bek Giorgio Chiellini juga menyatakan pensiun dari Timnas Italia. Bek Juventus itu mencatatkan 95 caps bersama Gli Azzuri sejak tergabung pada 17 November 2004.

"Selama tiga tahun terakhir kami ditanya soal rasa cinta untuk tidak pernah meninggalkan timnas. Italia akan memulai lagi dengan Marco Verratti dan banyak pemain lainnya yang lahir di tahun 1990-an, yang akan matang di Piala Eropa berikutnya," ujar Chiellini kepada Rai Sport.

Chiellini sudah legawa dengan kekalahan timnya. Ia menyebut Swedia layak lolos dan tidak mau menyalahkan ketidakberuntungan. "Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi nyatanya itu tidak cukup. Mereka mendapatkan yang lebih daripada kami," tutur bek berusia 33 tahun itu. (Abul Muamar)