Menelusuri Jejak Masa Kecil Cristiano Ronaldo di Funchal

oleh Reza Khomaini diperbarui 25 Des 2017, 19:33 WIB
Suasana di markas klub kecil Cristiano Ronaldo, CF Andorinha. (Bola.com/Reza Khomaini).

 

Laporan eksklusif kontributor Bola.com, Reza Khomaini, dari Madeira, Portugal Bola.com, Funchal - 5 Februari 1985. Di sudut jalan Rua Da Quinta Falcao, Santo Antonio, Funchal, bayi mungil bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro dilahirkan. Lahir sebagai seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, Ronaldo dikisahkan sejumlah warga di Funchal sebagai bocah cilik yang gemar bermain.

Advertisement

Wilayah di mana Ronaldo dibesarkan, boleh dibilang, sebagai tempat tinggal kalangan menengah ke bawah warga Funchal. Santo Antonio merupakan distrik penyangga di bagian pinggir Funchal.

Dulu, wilayah ini bukan menjadi tempat tujuan wisata. Namun, setelah Ronaldo sukses meniti karier bersama klub Premier League, Manchester United, distrik yang berada di wilayah utara Funchal ini mulai populer.

"Ronaldo banyak memberikan donasi terhadap sepak bola di Madeira. Yang saya ketahui, CF Andorinha dan CD Nacional mendapatkan keuntungan dari transfer Ronaldo ke Manchester United," ujar Victor, warga Funchal yang bekerja di Aparthotel Imperaliz saat berbincang ringan dengan Bola.com.

Menurut Victor, kompensasi sebagai youth club Ronaldo yang diterima kedua klub asal Madeira itu semakin besar saat pemain yang membawa Tim Nasional Portugal juara di Piala Eropa 2016 tersebut hijrah ke Real Madrid dari Manchester United.

"Dari berita di surat kabar, saya mengetahui kalau nilai kompensasinya cukup besar. Waktu (Cristiano Ronaldo) pindah ke Manchester (United), CF Andorinha dapat sekitar 30 ribu euro. Namun, sewaktu transfer ke Real Madrid kabarnya naik berlipat-lipat. Ini sangat membantu perkembangan klub," ujar Victor.

2 dari 3 halaman

Rivalitas

Jurnalis Bola.com berpose di depan Estadio Do Maritimo, klub rival CD Nacional. (Bola.com/istimewa)

Dari omongan ringan itu, Bola.com penasaran dengan wilayah San Antonio. Jaraknya dari penginapan di pinggir pantai marina Funchal tidak begitu jauh, hanya sekitar 5 kilometer. Namun, posisi Santo Antonio berada di wilayah bukit. Ada transportasi publik seperti bus yang bisa mengantarkan turis menuju bekas rumah dari keluarga Cristiano Ronaldo itu.

"Tapi rumahnya sudah tidak ada. Sudah dijual dan dihancurkan. Semua warga tahu kalau di jalan Rua Da Quinta Falcao itu Ronaldo dibesarkan,’’ ujar Linton Fereira, pria yang bekerja sebagai pemandu di Museum Cristiano Ronaldo di kota Funchal.

Pagi itu, ketika jalanan di kota Funchal tengah lengang, dengan mengendarai skuter, Bola.com tancap gas menelesuri jejak masa kecil megabintang Real Madrid itu di San Antonio. Tidak ada yang istimewa dari kawasan yang menjadi tempat tumbuh dan bermainnya Cristiano Ronaldo.

San Antonio merupakan distrik pemukiman. Tak ada aktivitas di sekitar jalan Rua Da Quinta Falcao. Dari pengamatan Bola.com, di ruas jalan yang menjadi tempat dibesarkannya Ronaldo itu hanya dipadati rumah-rumah dan apartemen bagi penduduk sekitar.

Salah satu sudut di jalan Rua Quanta Falcao yang menjadi tempat Ronaldo kecil bermain. (Bola.com/Reza Khomaini)

Hanya ada satu warung atau café yang menjajakan makanan ringan dan minuman.Yang menarik, di wilayah bekas kediaman Ronaldo itu terdapat tempat latihan utama dari klub superliga Portugal asal Madeira, yakni CS Maritimo. Jaraknya hanya sekitar 250 meter.

Maritimo merupakan klub paling populer di Madeira. Klub ini tidak pernah dibela Ronaldo. Namun, prestasi klub yang bermarkas di kota Funchal ini jauh lebih mentereng dari dua klub kecil Ronaldo, yakni CF Andorinha dan CD Nacional.

Rivalitas antara CD Nacional dan Maritimo tidak hanya soal prestasi, namun sudah merembet hingga klaim sebagai klub penguasa Funchal. Maritimo menjadikan stadium utama di kota Funchal sebagai kandangnya saat bermain di Ligapro Portugal, yakni Estadio do Maritimo.

Sementara itu, CD Nacional yang membantu karier sepak bola Ronaldo sebelum hijrah ke Sporting Lisbon, harus bermain di luar wilayah Funchal, yakni di Estadio da Madeira.

Rivalitas ini pun semakin terlihat dengan langkah Ronaldo yang mengeluarkan kebijakan agar CR7 Museu menjadi sponsor utama klub FC Uniao, klub kecil lain asal Funchal. Andorinha dan Nacional, menjadikan Ronaldo sebagai ikon mereka. Sementara di stadion Maritimo, Bola.com tidak menemukan adanya poster atau hal-hal yang berbau CR7.

3 dari 3 halaman

Inspirasi

Jurnalis Bola.com berpose di pintu masuk klub masa kecil Cristiano Ronaldo, CF Andorinha. (Bola.com/istimewa)

Mengunjungi markas latihan CF Andorinha di wilayah San Antonio, Funchal, ibarat mendatangi ke rumah masa kecil Cristiano Ronaldo. Dari pintu masuk, mata pengunjung akan langsung disuguhi poster Ronaldo kecil saat berkostum Andorinha yang dipasang di lapangan.

Tidak hanya satu poster, di kafetarianya pun, sebuah poster besar dengan gigi ompong peraih Ballon d’Or lima kali itu berdiri tegak menutupi setengah tembok kantin. Pagi itu, puluhan mobil terpakir rapih di pelataran markas CF Andorinha. Mayoritas penonton yang datang adalah orang tua yang tengah mendukung anak-anaknya bertanding dalam lanjutan liga junior Madeira.

"Kami bangga menjadi bagian penting dalam karir sepak bola Ronaldo. Ia adalah panutan dan inspirator bagi anak-anak di Madeira," ucap Cabrero, salah satu pengurus klub Andorinha kepada Bola.com.

CF Andorinha saat ini berlaga di Liga Madeira atau Divisi 5 Liga Portugal. Klub ini berdiri sejak 6 Mei 1925. Estadio Do Andorinha digunakan sebagai tempat mereka bertanding selaku tuan rumah.

Pada periode 2012-2014, CF Andorinha menjadi klub penyuplai talenta-talenta muda untuk salah satu klub raksasa Portugal, FC Porto. Hubungan Andorinha dengan Ronaldo awalnya terjalin lantaran Ayah Ronaldo merupakan pegawai klub yang bertugas membersihkan ruang ganti atau kitman.

Bola.com mendapat suvenir poster Ronaldo cilik dari pengurus CF Andorinha. (Bola.com/istimewa)

Ketika Ronaldo berusia sekitar 8 tahun, ia selalu membantu ayahnya bertugas di klub. Dari situ perkenalan Ronaldo dengan dunia sepak bola dimulai, hingga akhirnya ia bermain di klub di mana sang ayah bekerja.

Kisah Ronaldo dan kesuksesannya hingga menjadi pemain terbaik dunia, menginspirasi anak-anak Madeira. Keyakinan akan munculnya pengganti Ronaldo di masa depan tetap ada di hati warga Madeira. Salah satunya dari Cabrero.

"Semoga dari mereka yang sekarang bermain bisa sukses juga," ucap Cabrero sambil memberikan cenderamata berupa poster Ronaldo waktu kecil kepada Bola.com.

Berita dan vlog liputan khusus Bola.com ke Madeira, tempat kelahiran Cristiano Ronaldo dapat diakses melalui tautan ini: Liputan Bola.com ke Madeira