Transformasi Raheem Sterling pada Era Pep Guardiola

oleh Muhammad Ivan Rida diperbarui 29 Des 2017, 04:31 WIB
Pep Guardiola (kanan) mengubah permainan Raheem Sterling. (AP/Dave Thompson).

Bola.com, Manchester - Raheem Sterling menjadi sorotan ketika mengantarkan Manchester City menang 1-0 atas Newcastle United pada laga pekan ke-20 Premier League, di St James Park, Rabu (27/12/2017). Gol Sterling tersebut membawa City mendulang tiga poin.

Advertisement

Manchester City menguasai jalannya laga dengan mencatatkan 78 persen penguasaan bola, berbanding 22 persen milik Newcastle United. Selain itu, The Citizens juga melepaskan 21 tembakan, yang enam di antaranya mengarah ke gawang.

Sterling adalah satu-satunya pemain yang dapat mengonversi peluang itu menjadi gol pada menit ke-31. Kemenangan atas Newcastle membuat City semakin kukuh berada di puncak klasemen sementara Premier League. 

Man City telah mendulang 58 poin dari 20 pertandingan. Klub asuhan Pep Guardiola itu unggul 15 poin atas Manchester United yang berada di peringkat kedua. 

Performa menawan Sterling tidak hanya ditunjukkannya dalam lawatan ke markas Newcastle United. Sang pemain juga tampil memukau ketika melakoni laga Premier League kontra Tottenham Hotspur (16/12/2017) dan Bournemouth (23/12/2017).

Sterling menyumbang dua gol dalam kemenangan 4-1 timnya atas Tottenham Hotspur. Adapun hasil 4-1 kontra Bournemouth didapat berkat sumbangan satu gol dan satu assist dari eks penyerang sayap Liverpool tersebut.

Konsistensi permainan yang diperlihatkan Sterling sepanjang musim 2017-2018, tentunya tidak lepas dari peran Pep Guardiola. Sterling pun mengakui potensi terbaiknya dapat keluar berkat peran sang manajer.

"Saat ini adalah musim paling efisien yang pernah saya rasakan. Itu adalah situasi yang saya inginkan. Saya selalu ingin mencetak gol dan terus berusaha mengasah kemampuan tersebut," kata Raheem Sterling.

2 dari 2 halaman

Statistik Sterling

(AP/Dave Thompson)

Sejak menangani Manchester City pada Juli 2016, Pep Guardiola butuh waktu setidaknya 17 bulan untuk memaksimalkan bakat Sterling. Anggapan itu berkaca dari statistik sang pemain yang hanya membukukan lima gol dan enam assist di berbagai kompetisi musim lalu.

Statistik minor itu seakan terlupakan berkat meroketnya performa Sterling pada musim ini. Dia berhasil mendulang 17 gol dan enam assist dari 25 penampilan di berbagai ajang.

Jumlah itu membuat Sterling menjadi top scorer sementara Manchester City. Torehan golnya mengungguli dua juru dobrak The Citizens, yakni Sergio Aguero (15) dan Gabriel Jesus (10).

Pep Guardiola dinilai mampu menyulap Sterling dari sang kreator gol menjadi predator di depan gawang lawan. Namun, masih terlalu dini menyematkan kata berhasil kepada Sterling karena kompetisi baru memasuki paruh musim.

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi konsistensi Raheem Sterling. Akan tetapi, sosok 22 tahun itu telah bertansformasi menjadi pembeda bagi Manchester City saat ini.

Sumber: Daily Mail, Transfermarkt

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Berita Terkait