Mimpi Buruk Bernama Putus Tendon Achilles: Nasib Hugo Ekitike dan Alasan Mengapa Cedera Ini Lebih Horor dari ACL

Dunia serasa runtuh bagi Hugo Ekitike. Striker andalan Liverpool itu harus menerima kenyataan pahit: musimnya berakhir lebih cepat dan mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 pertama bersama Timnas Prancis resmi terkubur. Penyebabnya? Cedera yang datang layaknya peluru seorang sniper alias penembak jitu: putusnya tendon Achilles.

Bola.com, Jakarta - Dunia serasa runtuh bagi Hugo Ekitike. Striker andalan Liverpool itu harus menerima kenyataan pahit: musimnya berakhir lebih cepat dan mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 pertama bersama Timnas Prancis resmi terkubur.

Penyebabnya? Cedera yang datang layaknya peluru seorang sniper alias penembak jitu: putusnya tendon Achilles. Insiden itu terjadi saat Liverpool bersua Paris Saint-Germain di leg kedua perempat final Liga Champions.

Tanpa ada benturan, Ekitike tersungkur saat mencoba mengubah arah lari. Ia sempat menoleh ke belakang, mengira ditendang bek lawan, namun kenyataannya: ia sendirian di sana. Tendonnya baru saja meledak.

Mantan gelandang Tottenham, Jamie O’Hara, menyebut robeknya Tendon Achilles telah melampaui ACL sebagai cedera paling ditakuti oleh pesepak bola.

"Dengan ACL, Anda merasa teknologi bedah saat ini bisa membuat Anda kembali normal. Tapi jika Achilles Anda putus, jalan kembalinya sangat panjang. Dan Anda akan menjadi pemain yang berbeda saat kembali nanti," ujar O’Hara.

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Alasan Cedera Tendon Achilles Sulit Ditangani

Lantas, apa yang membuat cedera ini begitu sulit ditangani? Menurut spesialis pencegahan cedera, Luke Anthony, kuncinya ada pada sifat mekanis tendon tersebut.

Achilles menghubungkan otot betis ke tulang tumit dan berfungsi sebagai "pegas" utama untuk akselerasi, melompat, dan mengubah arah.

Saat seorang atlet melakukan sprint, beban yang melewati tendon tersebut bisa mencapai 3-5 kali berat badan mereka, atau setara dengan beban ratusan kilogram.

 

Statistik yang Mengkhawatirkan

Data dari Pieter D’Hooghe, spesialis kaki dan pergelangan kaki terkemuka, menunjukkan fakta yang mencengangkan:

  • 20 persen pemain sepak bola elite gagal kembali ke level performa sebelum cedera.
  • 1 dari 5 pemain kehilangan potensi terbaiknya setelah pulih.
  • Di olahraga lain seperti rugby (25%) dan American Football (35%), angka kegagalannya bahkan lebih tinggi.

Bagi pemain sekelas Ekitike, operasi adalah jalur utama. Mengapa? Operasi menurunkan risiko putus kembali, mempercepat durasi kembali ke lapangan, dan yang terpenting: mengembalikan kekuatan.

Namun, operasi hanyalah 25 persen dari solusi. Sisanya, 75 persen adalah kerja keras di ruang rehabilitasi yang memakan waktu minimal 6-9 bulan.

Setidaknya ada tiga tahapan pemulihan dari cedera robeknya tendon achilles. Pertama fase imobilisasi di mana selama 6-12 pekan, kaki tidak boleh menapak, menggunakan sepatu pelindung khusus.

Kedua restorasi gerak: 3-5 bulan bakal menjalani latihan beban ringan, latihan di kolam renang. Ketiga fase ledak: enam bulan ke atas melakukan lompat kotak satu kaki, latihan rintangan, kembali ke lapangan.

 

Tantangan Mental: Menjadi Diri yang Lama

Dua eks pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi dan Ruben Loftus-Cheek, pernah merasakan penderitaan serupa. Mereka mengaku butuh waktu bertahun-tahun untuk merasa bertenaga lagi.

“Pemulihan saya memakan waktu lebih lama dan saya harus bersabar. Saya kembali dari cedera tetapi tidak merasa seperti diri saya sendiri, tidak merasa bertenaga, tidak bisa melewati orang lain dan merasa seperti kehilangan banyak otot dan kekuatan," kenang Loftus-Cheek yang kini memperkuat AC Milan. 

"Orang-orang tidak menyadari betapa sulitnya untuk mendapatkan kembali kebugaran, kecepatan, dan ketajaman yang sama,” kata Callum Hudson-Odoi kepada The Guardian dua tahun setelah ia mengalami cedera tendon Achilles pada April 2019.

"Cedera itu sangat menguras otot betis dan bagian tubuh lainnya. Anda tidak akan merasa sama seperti dulu. Saya rasa Anda tidak akan pernah sama seperti sebelumnya." 

"Saya memaksakan diri setiap hari untuk memastikan saya kembali tanpa cedera. Tapi cedera ringan memang terjadi, hal-hal seperti itu bisa terjadi," ungkap Hudson-Odoi yang sekarang bermain untuk Nottingham Forest. 

Kini, Hugo Ekitike memulai pendakian panjangnya. Dengan usia yang masih 23 tahun dan dukungan medis kelas dunia di Liverpool, peluangnya tetap ada.

Namun, seperti yang diperingatkan para ahli: pemulihan Achilles bukan soal mengikuti kalender, melainkan menghormati biologi tubuh.

Sumber: NYTIMES

Yuk Lihat Peta Persaingan

Video Populer

Foto Populer