Penyebab Bali United Mudah Dibantai Persija di Final Piala Presiden

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 17 Feb 2018, 23:35 WIB
Bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman, berebut bola dengan gelandang Bali United, Stefano Lilipaly, pada final Piala Presiden di SUGBK, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Persija menang 3-0 atas Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Bali United harus melepaskan gelar Piala Presiden 2018, setelah dibantai Persija Jakarta 0-3 pada final, Sabtu (17/2/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pelatih Bali United di Piala Presiden, Hans Peter Schaller memberikan selamat kepada Persija. Hans juga menyebut beberapa faktor yang membuat Persija mudah dibantai.

"Kami melakukan kesalahan yang berbuah tendangan bebas dan mampu menghasilkan gol buat Persija," katanya.

Advertisement

Pelatih asal Austria ini mengakui Persija memiliki modal yang sangat bagus dengan mempunyai striker haus gol, Marko Simic.

"Marko Simic menjadi pembeda pada babak pertama. Pada babak kedua sulit untuk bangkit karena sedikit peluang untuk mencetak gol. Tim sulit untuk membangun serangan. Tapi kami tetap memandang positif perjalanan di Piala Presiden, modal untuk Liga 1 dan Piala AFC," kata Hans.

Hal yang sama diungkapkan gelandang Fadhil Sausu. "Selamat buat Persija yg menang, kami akui persija lebih baik dari kami. kami kehilangan konsentrasi. Persija semangat luar biasa di depan ribuan suporter," ucapnya.

"Menurut saya Simic striker kuat, dia bermain bekerja sama tim bagus, dibutuhkan di depan, membantu teman-teman yang lain. Simic bisa cetak gol dari mana saja," katanya.

Hans juga tetap memberikan pembelaan kepada anak buahnya, khususnya Ilija Spasojevic yang digadang-gadang menjadi bomber pada laga tersebut. "Pada intinya Spaso tetap bagus, standar permainan bagus. Secara umum tidak ada yang berubah dari permainannya," tegasnya.

 

Berita Terkait