Robertino Pugliara Jatuh Cinta dengan Bonek dan Rawon

oleh Aditya Wany diperbarui 19 Feb 2018, 17:30 WIB
Robertino Pugliara, rekrutan baru Persebaya bicara alasan gabung tim Bajul Ijo, nomor punggung 10, Bonek, hingga rawon. (Bola.com/Foto: Aditya Wany, Grafis:Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - Baru tiga pekan Robertino Pugliara bergabung dengan Persebaya Surabaya. Namun, ia merasa sudah nyaman berada di lingkungan tim Bajul Ijo dan juga tinggal di Surabaya.

Hal ini karena ia sudah tak asing lagi dengan atmosfer sepak bola di Indonesia. Ia pernah tinggal di beberapa kota di Tanah Air sehingga tak kesulitan lagi beradaptasi. Meski, setahun terakhir lalu ia meninggalkan Indonesia untuk menyembuhkan cedera serta berkiprah bersama klub India.

Advertisement

Pugliara juga sudah memiliki banyak teman di Persebaya, satu di antaranya Otavio Dutra. Sang pelatih, Angel Alfredo Vera, juga pernah jadi pelatihnya ketika bersama di Persipura Jayapura.

Mantan gelandang Persija Jakarta dan Persib Bandung ini tenyata juga punya kenangan khusus terhadap Bonek Mania, kelompok pendukung Persebaya. Kepada Bola.com, Pugliara bercerita hal-hal itu. Simak wawancara Bola.com bersama Pugliara, selengkapnya.

Apa motivasi Anda bergabung dengan Persebaya?

Semua tahu Persebaya adalah tim besar, apalagi suporternya, Bonek, selalu memberi dukungan luar biasa. Dua pertandingan saya jalani di Persebaya dan semuanya selalu dipenuhi Bonek. Stadion selalu berwarna hijau, saya tahu itu warna kebanggaan klub ini.

Apakah Bonek faktor kuat yang memengaruhi Anda gabung Persebaya?

Itu hanya satu di antaranya saja. Sebelumnya, saya sudah pernah bermain Persija Persiba Balikpapan, PSM, Persipura, dan Persib. Saya sudah beberapa kali melawan Persebaya bersama klub-klub itu.

Jadi, saya lihat sendiri bagaimana Bonek selalu mendukung Persebaya secara total. Saya pikir semua pemain sepak bola pasti ingin bergabung dengan klub yang selalu mendapat dukungan dari suporter fanatiknya.

2 dari 3 halaman

Kesan Dukungan dari Bonek

Bagaimana kesan Anda mendapat dukungan dari Bonek?

Tentu saja saya senang dengan apa yang selama ini dilakukan Bonek di stadion. Saat bertanding saya memang selalu konsentrasi. Tapi, teriakan Bonek selalu masuk telinga saya. Lagu yang mereka nyanyikan jadi penyemangat untuk pemain, termasuk saya.

Bonek tidak pernah berhenti mendukung tim selama pertandingan. Lagu-lagu terus dinyanyikan. Saya sangat salut dengan dukungan yang selalu diberikan itu.

Bonek Mania memenuhi Stadion GBT, Surabaya, Minggu (28/1/2018), pada laga Persebaya vs Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Apakah Coach Alfredo Vera juga menjadi daya tarik Anda bergabung dengan Persebaya?

Iya, coach Alfredo mengontak saya lewat manajer. Saya sudah kenal Alfredo. Dia pelatih saya waktu di Persipura. Apalagi, kami sama-sama dari Argentina. Dia sudah berhasil membawa Persipura juara. Musim lalu, giliran Persebaya yang juara di bawah asuhannya.

Alfredo bilang senang melihat permainan saya. Dia ingin saya bergabung dan membantu Persebaya. Saya, tentu saja tertarik untuk menjawab permintaan Alfredo.

Siapa rekan setim yang paling dekat dengan Anda?

Sepertinya tidak ada. Saya berusaha untuk dekat dengan semua pemain. Pelatih juga ingin kami semua menjalin kedekatan supaya tim lebih kompak. Tapi, saya sudah kenal terlebih dulu dengan Dutra.

Kami sama-sama berasal dari Amerika Latin. Saya Argentina, dia Brasil. Apalagi, Kami juga sama-sama sudah lama bermain di Indonesia.

Saya memang belum pernah satu tim dengan Dutra. Tapi, beberapa kali kami bertemu di pertandingan, jadi kadang juga sempat mengobrol.

3 dari 3 halaman

Menyukai Rawon

Ada alasan Anda memakai nomor 10 di Persebaya?

Saya memakai nomor 10 beberapa tahun terakhir ini. Tidak ada alasan khusus sebenarnya. Bukan juga tanggal atau bulan lahir, karena saya lahir 21 Feburari 1984. Selebihnya karena sudah biasa pakai nomor 10 yang cukup identik gelandang serang.

Tapi, Argentina punya pemain bagus pakai nomor 10. Ada Lionel Messi, Diego Maradona, dan Pablo Aimar. Saya paling suka Aimar. Jadi, mungkin karena faktor pemain Timnas Argentina itu.

Robertino Pugliara mulai nyaman gabung Persebaya dan tinggal di Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya punya cukup banyak stok gelandang serang. Bagaimana cara Anda menyikapi persaingan itu?

Ya, saya sudah tahu ada kapten Rendi (Irwan), terus ada juga Fandi Eko yang punya posisi sama dengan saya. Lalu, ada pula Misbakus Solikin yang juga bisa bermain di posisi gelandang serang. Tapi, kami ada di sini bukan untuk bersaing. Semuanya ingin membantu Persebaya.

Yang jelas, saya ingin selalu dimainkan. Tapi, itu tergantung pelatih mau menurunkan siapa. Semua pemain pasti ingin bermain. Kalau saya diberi kesempatan saya kasih 100 persen.

Sudah punya makanan favorit sejak tinggal di Surabaya?

Saya sebenarnya belum sempat jalan-jalan keluar cari makanan. Tapi, saya baru tahu ternyata rawon adalah makanan khas Surabaya, atau Jawa Timur? Sebelum gabung di sini, saya sudah suka sekali dengan rawon.

Dulu kalau setiap away ke Jawa Timur pasti ke Surabaya karena bandara ada di sini. Saya sering diajak teman-teman makan rawon.

Rasanya memang enak, bumbunya membuat saya jatuh cinta. Karena saya sudah tinggal di Surabaya, sepertinya saya akan lebih sering makan rawon.