Prediksi PSIS Vs Arema: Kembali Milik Singo Edan?

oleh Iwan Setiawan diperbarui 23 Feb 2018, 06:45 WIB
Piala Gubernur Kaltim_PSIS Vs Arema FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Samarinda - Di hari pertama penyisihan Grup A, Piala Gubernur Kaltim 2018 tersaji duel PSIS Semarang versus Arema FC di Stadion Palaran, Samarinda, Jumat (23/2/2018). Sepanjang tahun ini kedua tim sudah berjumpa sebanyak tiga kali. Baik dalam ajang uji coba maupun penyisihan Piala Presiden 2018.

Semua laga itu berhasil dimenangkan oleh Arema FC. Namun kali ini situasinya akan berbeda. Arema tidak tampil dengan kekuatan terbaik. Ada delapan pemain yang absen.

Empat diantaranya Kartika Ajie, Bagas Agi, Hanif Sjahbandi dan Ahmad Nur Hardianto ke Timnas Indonesia U-23. Kiper pelapis Tedy Heri melangsungkan pernikahan. Gelandang Jayus Hariono ditinggal di Malang karena cedera.

Advertisement

Striker Rivaldi Bawuo berduka karena kakeknya meninggal dunia. Sedangkan playmaker asing, Rodrigo Ost dipulangkan karena tidak memenuhi verifikasi pemain asing untuk kompetisi remis.

“Kondisi kami memang tidak komplit. Tapi ini jadi pembelajaran juga karena siapa tahu dalam kompetisi juga akan terjadi kondisi seperti ini. Untuk persiapannya kami fokus turnamen secara keseluruhan. Jadi perhitungan pemain starter tidak hanya fokus pada PSIS Semarang sebagai lawan pertama. Tapi juga laga lanjutannya karena jedanya mepet,” jelas pelatih Arema, Joko ‘Getuk’ Susilo.

Yang jadi sorotan di Arema sendiri tentu kehadiran playmaker Argentina, Gustavo Lopez. Karena pemain 34 tahun ini baru didatangkan dengan status seleksi. Meskipun dia sudah punya nama besar dan pernah jadi bagian Arema musim 2014 silam.

Hanya saja peluangnya untuk bermain sebagai starter saat lawan PSIS masih belum bisa dipastikan.

“Saya akan berkomunikasi dulu dengan Gustavo. Karena dia baru saja perjalanan jauh dari Argentina. Tentu kami ingin yang terbaik buat Arema dan dia juga. Apakah main sejak menit awal atau babak kedua akan didiskusikan dulu,” ujar Getuk.

Tentu Arema berharap kontribusi dari Gustavo sebagai pengatur irama permainan. Karena jika tidak ada sosok playmaker, permainan Singo Edan bakal kurang menggigit. Sekalipun lawan yang dihadapi adalah tim promosi yang sudah dikalahkan tiga kali.

Kebetulan dalam stok pemain yang dibawa ke Samarinda, hanya Gustavo Lopez yang memiliki kemampuan sebagai pengatur permainan tim.

Terlepas dari fokus Arema untuk mempersiapkan diri, Getuk juga memberikan penilain kepada PSIS. Dia merasa tim besutan Subangkit itu akan lebih kuat dalam turnamen ini.

“PSIS sendiri saya yakin akan berbeda. Karena mereka sudah melakukan persiapan lebih lama. Kabarnya juga ada pemain seleksi. Jadi kami harus lebih hati-hati. Yang terpenting kami juga ingin tampil lebih baik dari Piala Presiden lalu,” imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Mahesa Jenar Penasaran

PSIS Semarang kalah dari Arema 0-1, Minggu (7/1/2018) di Stadion Moch Soebroto, Magelang. (Bola.com/Ronald Seger)

Sementara di kubu PSIS, mereka seperti penasaran untuk bisa memetik poin dari Arema. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini mengaku sudah memiliki persiapan yang lebih baik. Mereka tidak lagi grogi saat berhadapan dengan tim Liga 1. Karena selama ini Ibrahim Conteh dkk sudah sering bertanding dengan tim Liga 1.

“Tiga kali bertemu dengan Arema kami selalu kalah. Di pertemuan ke empat nanti semoga PSIS yang menang,” kata Subangkit.

Dalam turnamen ini, PSIS membawa 30 pemain. Hanya bek Petar Planic saja yang masih mengalami cedera. Sedangkan pemain lain fit. “Untuk sementara, pemain kami juga tidak ada yang ke timnas. Jadi semua lengkap. Semoga Petar juga sudah fit menjelang pertandingan,” katanya sambil bercanda.

Dari keempat klub Grup A PGK, memang PSIS jadi satu-satunya tim yang tidak diganggu timnas. Subangkit pun memaklumi karena mereka adalah tim promosi yang materi pemainnya mayoritas punya pengalaman dari kompetisi kasta kedua. Tapi hal tersebut tidak menciutkan nyali mereka.

“Target kami tentu ingin membuktikan diri bisa bersaing dengan tim Liga 1. Semoga bisa berprestasi dan jangan jadi juru kunci di grup,” tegas mantan pelatih Mitra Kukar ini.

Ketika ditanya tentang kekuatan Arema, Subangkit mengaku sudah paham. Karena itu sudah sudah memiliki strategi yang dianggap pas untuk melawan Singo Edan.

“Yang terpenting pemain kami tidak keder. Biar bisa mengeluarkan potensinya secara utuh. Meskipun dalam turnamen ini PSIS hanya sebagai tim penganti Bali United (mengundurkan diri karena jadwal bentrok dengan Piala AFC),” ujar Subangkit. 

3 dari 3 halaman

Komposisi Pemain

Pemain Arema FC saat pertandingan melawan Sriwijaya FC pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Minggu, (4/2/2018). Sriwijaya FC menang 3-1 atas Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Perkiraan Susunan Pemain

PSIS Semarang (4-4-2): Aji Bayu (Kiper); Gilang Ginarsa, Petar Planic, Haudi Abdillah, Frendy Syahputra (Belakang); Gustur Cahyo, Hafid Ibrahim, M. Yunus, Ibrahim Conteh (Tengah), Aldaier Makatindu, Nur Yulianto (Depan)

Pelatih: Subangkit 

Arema FC (4-2-3-1): Joko Ribowo (Kiper); Syaiful Indra, Arthur Cunha, Purwaka Yudi, Ahmad Alfarizi (Belakang); Hendro Siswanto, Ahmet Atayev; Dendi Santoso, Gustavo Lopez, Dedik Setiawan (Tengah); Thiago Furtuoso (Depan)

Pelatih: Joko Susilo

Berita Terkait