Pembelaan Gomes de Oliveira atas Kekalahan Beruntun Madura United

oleh Aditya Wany diperbarui 26 Feb 2018, 19:05 WIB
Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, mengaku tak kecewa dengan kekalahan tim asuhannya dari Sriwijaya FC (26/2/2018). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Balikpapan - Dua laga, dua kali kalah, dan tiga kali kebobolan. Itulah catatan yang dimiliki Madura United selama bertarung di Piala Gurbernur Kaltim II. Terbaru, Laskar Sape Kerrab takluk 0-2 dari Sriwijaya FC di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin sore (26/2/2018).

Dua gol di laga tersebut dicetak Manuchekhr Dzhalilov (60') dan Adam Alis (77'). Semuanya lahir melalui tendangan bebas yang mematikan.

Sebagai catatan, ketika melawan Persebaya Surabaya di laga pertama, Madura United juga kebobolan bukan dari open play. Laga yang berlangsung Sabtu (24/2/2018) itu berakhir 6-5 untuk Persebaya.

 

Advertisement

Madura United kebobolan melalui penalti Misbakus Solikin di waktu normal. Gol itu membuat kedudukan jadi 1-1, yang memaksa pertandingan diakhiri lewat penalti untuk menentukan pemenang.

Namun, pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, tak ingin terlalu larut dalam kekalahan. Dia ingin menjadikan dua kekalahan yang diderita anak asuhannya sebagai bahan pelajaran menuju Liga 1 musim ini.

"Secara pertandingan sangat baik. Madura main tampil dengan baik dan tidak ada beban. Dua pertandingan ini kami kebobolan satu penalti dan free kick. Ini sangat berguna untuk memperbaiki tim ini sampai di Liga 1," kata Gomes dalam jumpa pers seusai pertandingan.

 

2 dari 2 halaman

Tendangan Bebas Fantastis

Secara permainan, Sriwijaya FC memang lebih mendominasi penguasaan bola. Madura United cenderung menunggu dan melakukan serangan balik meski beberapa kali berinisiatif membangun serangan.

"Sriwijaya mencetak gol dari tendangan bebas. Itu membuktikan kualitas yang dimiliki pemain mereka. Golnya pun juga berkualitas," imbuh arsitek berkewarganegaraan Brasil itu.

Baik Dzhalilov maupun Adam Alis mampu mencetak gol lewat tendangan bebas yang fantastis di laga ini. Padahal, Madura United sudah menurunkan dua kiper yang berbeda.

Saat lahir gol pertama, Angga Saputra bertugas mengawal gawang Madura United. Sementara gol kedua, tugas tersebut telah berpindah kepada Satria Tama, yang baru masuk.

Berdasarkan catatan statistik, jumlah tembakan yang dilepaskan kedua tim punya selisih yang cukup berjarak. Sriwijaya FC mampu membukukan 12 tembakan. Sementara Madura United punya delapan tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.

"Menurut saya, pertandingan ini sangat bagus. Kedua tim bermain dan menciptakan banyak peluang. Saya lihat Madura United tidak mengecewakan dengan bermain ofensif tadi. Kami sudah lakukan yang terbaik, tidak ada yang bermain jelek," ujar Gomes.