Dianggap Konsumen Murni, Muncul Friksi Antara Manajemen Persebaya dan Bonek

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 20 Mar 2018, 23:00 WIB
Bonek Mania saat memberi dukungan kepada Persebaya saat berjumpa PS TNI di laga penyisihan Grup C Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (18/1/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Hubungan manajemen Persebaya Surabaya dengan beberapa kalangan di Bonek Mania akhir-akhir ini kurang harmonis. Bahkan friksi kedua pihak semakin panas. Hal itu bisa dilihat dari komentar pendukung Persebaya itu di sejumlah media sosial.

Kondisi ini terjadi lantaran Bonek Mania merasa diperlakukan sebagai konsumen dan dimanfaatkan untuk memperkaya Persebaya. Hal ini tak lepas dari upaya manajemen yang kerap menggelar laga uji coba dengan berbagai tema.

Sejak awal musim lalu, manajemen Persebaya terus menjalankan program uji coba dengan melibatkan tim lain. Hajatan yang mereka gelar juga selalu ditiketkan. Bonek Mania menganggap upaya ini sebagai cara manajemen mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan tingginya animo Bonek Mania.

Advertisement

Kejadian terakhir yang membuat Bonek geram pada manajemen Persebaya adalah ketika panpel menjual tiket laga uji coba Persebaya melawan Sarawak FA bertajuk Blessing Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/3/2018).

Saat itu, Bonek merasa manajemen benar-benar tidak mempertimbangkan kantong Bonek dengan mematok harga tiket untuk suporter sebesar Rp 40 ribu.

Beberapa kritik tajam pun dilontarkan Bonek Mania melalui sejumlah akun media sosial. Ada yang terang-terangan mengkritik langkah manajemen yang terlalu mengeksploitasi Persebaya demi kepentingan bisnis, ada juga yang melakukan sindiran-sindiran pedas melalui beberapa anekdot maupun logo Persebaya bertuliskan Persekaya.

2 dari 2 halaman

Dianggap Konsumen Murni

"Kami menyadari kalau Persebaya butuh biaya yang tidak sedikit, namun kemarin bukan laga resmi. Jadi, kalau manajemen hanya berpikir kami ini konsumen, seharusnya mereka juga tahu kemampuan pasarnya ini seperti apa," ujar Agus Bimbim alias Tessy, satu di antara tokoh Bonek Mania.

Protes senada dilontarkan tokoh Bonek Mania lainnya, Hasan Tiro. Menurutnya, kenaikan harga tiket Blessing Game yang tak wajar adalah pemicunya.

"Mereka sah-sah saja menganggap suporter adalah konsumen. Tapi, mereka lupa kami ikut berjuang membangkitkan tim ini dari mati suri. Kami tidak masalah kalau harus beli tiket, tapi tolong harganya yang wajar," tutur Hasan.

Selain itu, Bonek menganggap tanggapan Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda, terkait protes yang dimuat di website resmi Persebaya, yang menegaskan Bonek Mania adalah konsumen, membuat kegeraman Bonek membesar. Meski, dalam tulisan Azrul tersebut juga menyatakan tidak ada paksaan bagi Bonek Mania untuk menyaksikan laga tersebut