Kalah dari Bali United, PSMS Medan Benahi Sektor Depan

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 26 Mar 2018, 14:49 WIB
Pelatih Djadjang Nurdjaman dan tim PSMS. (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Bola.com, Medan - PSMS Medan tak ingin larut dalam kecewa setelah kalah dari Bali United di laga perdana Liga 1 2018, Minggu (25/3/2018). Skuat berjulukan Ayam Kinantan langsung bersiap diri menghadapi juara bertahan, Bhayangkara FC, pada laga kedua di Stadion Teladan, Medan, Jumat (30/3/2018).

Advertisement

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman, menyebut hasil minor saat melawan Bali United jadi bahan evaluasi dan perbaikan. Satu aspek yang jadi fokus utama adalah mengasah performa lini depan yang belum menunjukkan tajinya.

"Untuk evaluasi, saya lebih menyoroti kurang tajamnya lini penyerang kami. Sebetulnya kami banyak peluang untuk unggul, namun pemain tidak tenang dan terlalu berbelit sehingga tidak maksimal. Kami perbaiki untuk melawan Bhayangkara FC," ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur itu, Senin (26/3/2018).

Saat melawan Bali United, para penyerang PSMS memang membuang banyak peluang. Sebut saja pemain asing PSMS, N'Guessan Yessoh, yang punya banyak peluang namun penyelesaian akhirnya masih lemah. Sementara Frets Butuan mendapatkan dua peluang bersih di masing-masing babak. Hanya saja, sepakan jarak dekatnya masih diantisipasi kiper Wawan Hendrawan dan satunya membentur mistar.

"Kami berharap dengan berbagai perbaikan nanti lini depan bisa tampil lebih maksimal. Apalagi pertahanan Bhayangkara FC cukup bagus dan kami harus menang," tukas mantan pelatih Persib Bandung itu.

Selain lini depan, konsentrasi para pemain dan juga disiplin posisi juga menjadi catatan pembenahan. Longgarnya penjagaan terhadap pemain lawan masih terlihat saat melawan Bali United. Termasuk lolosnya Nick van der Velden yang akhirnya mampu mengirim umpan matang untuk gol lawan.

''Pembenahan nanti juga menyeluruh karena melawan Bhayangkara FC beda dengan Bali United,'' tegas Djanur.

Berita Terkait