Datangi Mapolrestabes Bandung, Viking Tunggu Kata Maaf dari Pemain Persija

oleh Muhammad Ginanjar diperbarui 29 Mar 2018, 21:45 WIB
Viking Persib Club saat di Mapolrestabes Bandung, Kamis (29/3/2018). (Bola.com/Muhammad Ginanjar)

Bola.com, Bandung - Viking Persib Club mendatangi Mapolrestabes Bandung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis sore (29/3/2018). Kedatangan satu di antara kelompok suporter Persib Bandung ini untuk mengadukan dugaan pelecehan yang dilakukan beberapa oknum pemain Persija Jakarta.

Dalam rekaman berdurasi 23 detik yang beredar di media sosial Instagram, tampak beberapa pemain Persija bernyanyi dengan iringan gitar. Di sela nyanyian itu terdengar suara bernada pelecehan terhadap Viking.

Advertisement

Rekaman itu lantas viral di media sosial. Persija merespons dengan menyampaikan permohonan maaf secara resmi, namun Viking bergeming dengan tetap melaporkan hal ini ke kepolisian Kota Bandung.

Tokoh Viking Persib Club, Yana Umar, mengatakan maksud kedatangan pihaknya ke Mapolrestabes Bandung ini hanya ingin melaporkan permintaan maaf tersebut seharusnya bukan dilakukan oleh tim Persija.

"Kami hendak melaporkan si pelaku yang di video itu, bukan tim Persija. Tapi, lebih kepada pemain, yang menyebutkan kata-kata kasar tersebut," ujar Yana.

Namun, Yana menyebut pihak tidak langsung membuat laporan dan memproses insiden ini melalui jalur hukum. Sebaliknya, pihaknya masih menunggu oknum pemain Persija yang telah menghina Viking, untuk meminta maaf secara langsung, paling lambat hingga Senin (2/4/2018).

"Kami tunggu sampai hari Senin, di Mapolrestabes, untuk islah agar semuanya clear dan tidak berlarut-larut. Ngobrol langsung sama pengurus Viking dan dengan Pak Kapolrestabes," ujar Yana.

 

2 dari 2 halaman

Beritikad Baik

Yana menambahkan, video itu berdampak terhadap hubungan Viking dengan kelompok pendukung Persija, The Jakmania.

"Nanti si oknum ini akan kami video juga, untuk meminta maaf, supaya meredam dampak yang muncul di kalangan bobotoh Viking dengan Jakmania. Apalagi untuk yang berada di perbatasan, bisa-bisa permasalahannya semakin berkembang," tuturnya.

Di sisi lain, Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo, menjelaskan kedatangan pengurus Viking memiliki itikad baik, tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan.

"Rekan-rekan viking sudah mengerti ada permintaan maaf dari Persija secara tim dan rekan-rekan Viking juga sudah menerimanya. Tapi, ada permintaan dari rekan-rekan, semuanya itu dilakukan bukan oleh tim, melainkan perorangan," ucap Hendro.

Apabila keinginan Viking tidak digubris, pihaknya segera menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Saya menghadirkan juga Kasat Serse, Kasat Intel, dan rekan-rekan dari pengurus semua untuk nanti membahas, melakukan gelar perkara untuk melihat video tersebut dan menentukan konstruksi pembuatan pasal dalam laporan Polisi," jelas Hendro.