Persiapan Minim, Timnas Indonesia Putri U-16 Incar Lolos ke Semifinal Piala AFF

oleh Riskha Prasetya diperbarui 30 Apr 2018, 19:30 WIB
Pelatih dari tim peserta Piala AFF U-16 Putri 2018 dalam sesi konferensi pers AFF U-16 Girls Championship 2018 di Palembang, Senin (30/4/2018). (Bola.com/Riskha Prasetya)

Bola.com, Palembang - Timnas Indonesia putri U-16 tetap mengincar hasil maksimal saat berlaga di ajang AFF U-16 Girls Championship 2018, 1-3 Mei 2018, di Palembang. Kendati, persiapan mereka cukup mepet.

Timnas Indonesia putri U-16 membidik target lolos dari putaran grup dan merebut satu tiket di semifinal. Di ajang AFF U-16 Girls Championship 2018, Timnas Indonesia putri U-16 masuk grup B bersama juara bertahan Thailand, Kamboja, dan Laos.

"Kami harus realistis, Thailand kelasnya sudah berada di atas tim lain di turnamen ini. Mereka sudah mampu lolos ke Piala Dunia dan itu menunjukkan bagaimana kualitasnya," ujar ketua kontingen Timnas Indonesia putri U-16, Papat Junisal, saat sesi konferensi pers, Senin (30/4/2018).

Itulah mengapa, pihaknya menargetkan mampu mendampingi Thailand sebagai wakil grup B dan lolos ke babak empat besar.

"Target itu saya pikir cukup wajar karena dengan negara lain, kami pernah bertemu dan mengalahkan mereka tahun lalu," imbuh Papat.

Advertisement

Pelatih Timnas Indonesia putri U16, Rully Neere, mengungkap tim asuhannya tidak punya waktu yang cukup ideal menghadapi turnamen ini.

"Kami hanya berlatih selama lima minggu dan itu pun sembari terus melakukan seleksi terhadap pemain. Kami buka tutup guna mencari yang terbaik, mungkin sekitar 50 pemain telah kami seleksi selama ini," jelasnya.

Rully Nere mengaku menghadapi sejumlah kendala sebelum turnamen ini seperti banyak pemain yang meminta izin untuk mengikuti ujian akhir nasional. "Pemain ini juga banyak kami ambil dari futsal yang memang lebih populer di Indonesia," tambahnya.

Di sisi lain, eks pemain Timnas Indonesia ini justru mengaku tidak terlalu memberikan target di turnamen ini kepada anak asuhnya.

"Secara umum kita tidak kekurangan bakat, namun memang tidak bisa instan. Perlu waktu sekitar 5-10 tahun jika mereka terus dibina secara intensif," tuturnya.