Serangan Bom di Surabaya, Gelandang Persib Mencemaskan Keselamatan Keluarga

oleh Erwin Snaz diperbarui 15 Mei 2018, 21:30 WIB
Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bandung - Aksi teror bom yang mengguncang Surabaya membuat Hariono merasa waswas. Pasalnya, anak dan istri tercinta gelandang Persib Bandung itu menetap di Sidoarjo.

Setelah ledakan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi (13/5/2018), Sidoarjo juga jadi sorotan karena penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian di rumah susun Wonocolo yang diduga menjadi rumah tinggal terduga pelaku terorisme.

"Jujur saja saya ada perasaan waswas dan khawatir setelah terjadi teror bom kemarin di Surabaya karena istri dan anak saya tinggal di Sidoarjo," ucap Hariono di lapangan Sport Arcamanik, Bandung, Selasa (15/5/2018).

Advertisement

Meski kejadian teror bom di Surabaya maupun penggerebekan yang terjadi cukup jauh dari tempat tinggal istri dan anaknya, Hariono menyebut rasa cemas tak bisa dihilangkannya.

Gelandang bertahan bernomor punggung 24 di Persib ini tidak menduga aksi teror bom begitu cepat terjadi dalam dua hari beruntun di Kota Surabaya.

"Tak menyangka aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya. Jadi, saya pun ikut-ikutan siaga satu seperti polisi," ucap Hariono.

Pemain senior Persib ini berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Indonesia. "Yang pasti saya merasa prihatin dengan kejadian bom kemarin. Semoga tidak pernah terjadi lagi," ujar Hariono.