Beny Wahyudi Bicara soal Pergantian Pelatih Madura United

oleh Aditya Wany diperbarui 03 Jun 2018, 05:14 WIB
Bek Madura United, Beny Wahyudi. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Beny Wahyudi memang baru bergabung dengan Madura United selama lima bulan atau sejak Desember tahun lalu. Namun, bek kanan asal Malang itu sudah merasakan dua kali pergantian pelatih.

Advertisement

Saat Beny pertama datang, Madura United ditangani oleh Gomes de Oliveira. Pelatih asal Brasil itu pun mundur pada Maret lalu setelah gagal menunjukkan performa apik untuk tim dan diganti dengan Milomir Seslija.

Kini, Milo diistirahatkan oleh manajemen tim dengan menunjuk Djoko Susilo sebagai caretaker. Sebagai penggawa Madura United, Beny punya penilaian terhadap perubahan seperti ini.

“Pasti berpengaruh untuk tim tapi tidak terlalu banyak. Kebetulan pelatih sudah biasa dan paham. Kami akan tetap berusaha maksimal di pertandingan. Kami tahu beberapa pertandingan sebelumnya belum bagus,” ungkap Beny.

Djoko ditunjuk sebagai caretaker setelah Milo gagal membawa Madura United menang di tiga laga beruntun. Laga debut Djoko sebagai arsitek Laskar Sape Kerrab akan dimulai saat timnya menjamu Bali United di Stadio Gelora Bangkalan, Minggu (3/6/2018).

Pertandingan pekan ke-12 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak itu bisa menjadi momen kebangkitan bagi Madura United. Selain itu, K-Conk Mania, sebutan suporter Madura United, juga akan berulang tahun kesembilan pada 4 Juni.

“Kami tentu ingin menang supaya bisa memberi kado untuk ulang tahun K-Conk Mania. Sebelumnya, kami gagal menang saat ulang tahun Taretan Dhibi’ (kelompok lain suporter Madura United) saat melawan Persebaya (25/5/2018). Jadi sekarang harus usahakan menang,” tukas Beny.