Joshua Kimmich: Berat bagi Jerman Pertahankan Gelar Piala Dunia

oleh Ario Yosia diperbarui 16 Jun 2018, 06:30 WIB
Bek Jerman, Joshua Kimmich, merayakan keberhasilan meraih gelar juara Piala Konfederasi di Stadion Saint Petersburg, Rusia, Minggu (2/7/2017). (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Joshua Kimmich jadi salah satu pemain muda potensial yang diboyong pelatih Timnas Jerman, Joachim Low ke pentas Piala Dunia 2018. Di usia yang baru 23 tahun ia diyakini bakal bersinar dan punya peran besar mengulang kejayaan Die Mannschaft empat tahun silam.

Dua tahun silam di ajang Piala Eropa 2016, Kimmich sudah jadi andalan Jerman di sektor bek kanan. Tahun ini ia dinilai tengah on-fire.

Advertisement

Dengan komposisi skuat mentereng kombinasi pemain matang pengalaman, Jerman dijagokan banyak pengamat punya peluang besar mempertahankan gelar juara World Cup.

Kehadiran pemain-pemain bermental juara layaknya, Manuel Neuer, Mats Hummels, Mesut Ozil, dan Thomas Muller, sudah kenyang mengarungi persaingan keras level internasional, akan membuat Jerman sulit ditaklukkan para pesaing.

Uniknya, Joshua Kimmich merasa ragu dengan peluang Jerman mengulang trofi di Brasil.

"Sangat sulit untuk memenangkan Piala Dunia dua kali berturut-turut," kata Kimmich dengan pernyataan sinis seperti diberitakan The Guardian.

Pemain kelahiran 8 Februari 1995 itu menyebut banyak pemain muda di skuat Jerman yang hijau pengalaman di persaingan elite. Julian Draxler, Timo Werner, Leo Goretzka, Niklas Sule, menghadapi tekanan luar terhadap tingginya ekspektasi dari publik Jerman. 

“Tetapi kami memiliki keyakinan besar bahwa kami dapat melakukannya dengan baik lagi. Mereka menyukai fakta bahwa kami masih muda tetapi penuh perjuangan."

Timnas Jerman akan mengawali petualangan di Piala Dunia 2018 dengan menghadapi Meksiko pada laga perdana Grup F, Minggu (17/6/2018) di Stadion Luzhniki.

"Piala Dunia jauh lebih istimewa dan ini pertama kalinya bagi saya. Tapi saya merasa siap. Sekarang kami perlu membuat kenangan yang lebih baik,” kata Joshua Kimmich.

Sumber: The Guardian

Berita Terkait