Efek Kalah dari Mitra Kukar, CEO Memanggil Pelatih Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 29 Jul 2018, 19:15 WIB
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic bersama para pemainnya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kekalahan 3-4 di markas Mitra Kukar pada pekan ke-18 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (27/7/2018), berbuntut panjang bagi Arema FC.

Sang pelatih, Milan Petrovic, langsung dipanggil oleh CEO Arema, Iwan Budianto, di Jakarta sehari seusai pertandingan.

Kabarnya, dia harus menjelaskan beberapa hal yang membuat Arema harus menelan kekalahan tersebut mengingat di laga itu, tim Singo Edan ditarget membawa pulang poin.

Namun, manajemen dan pemain Arema tidak terlalu terbuka terkait inti pertemuan Milan dengan Iwan. Yang jelas, ada pembicaraan serius di dalamnya karena Arema sudah memberikan materi pemain baru yang lebih berkualitas pada transfer window sehingga target yang diberikan tentu lebih berat.

Advertisement

Efek pertemuan itu juga membuat program latihan Arema mundur sehari. Biasanya, latihan sudah dimulai setelah libur sehari. Namun, kini Hamka Hamzah cs. mendapatkan libur dua hari. Latihan baru dimulai lagi pada Senin (30/7/2018).

"Latihan masih besok. Kebetulan kami juga masih lelah dan butuh waktu untuk mengembalikan kondisi," jelas striker Arema, Dedik Setiawan.

Jika melihat pertandingan melawan Mitra Kukar, kekalahan yang dialami Arema sangat menyakitkan. Mereka kebobolan pada detik terakhir sebelum bubaran. Padahal, jika hal itu tidak terjadi, skor bisa berakhir sama kuat 3-3.

Selain itu, ada beberapa skema yang berbeda dalam pertandingan tersebut. Seperti Hamka Hamzah yang berubah posisi sebagai striker meski skor sudah imbang 3-3.

Jika Arema masih tertinggal, sudah jadi hal yang wajar Hamka berubah posisi dari stoper menjadi striker karena karakter itu sudah jadi spesialisasi bek 34 tahun tersebut.

Tetapi, kenapa Hamka tidak dikembalikan ke stoper ketika skor sudah imbang? Hal itu yang sampai saat ini masih jadi rahasia dapur Arema karena Milan juga enggan terbuka terkait detail skema melawan Mitra Kukar.

Tetapi, hal ini jelas menjadi sebuah pengalaman untuk Arema karena mereka terlalu bernafsu untuk menang, namun harus berakhir dengan kekalahan menyakitkan.