Robert Alberts Janji PSM Bakal Tampil Aktraktif Di Stadion AMM

oleh Abdi Satria diperbarui 22 Sep 2018, 12:45 WIB
PSM saat latihan. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts, berjanji skuatnya bakal tampil aktraktif saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin (AMM), Makassar, Minggu (23/9/2018).

Menurut Robert, pemainnya sangat termotivasi untuk menjaga tren kemenangan seusai menekuk PS Tira 2-1 pada pekan ke-23 di Stadion Sultan Agung Bantul (19/9/2018).

"Mereka tidak ingin kehilangan poin lagi. Khususnya pada laga kandang," ujar Robert pada jumpa media di Hotel Same, Makassar, Sabtu (22/9/2018).

Advertisement

Apalagi pada pertandingan nanti, PSM bisa memainkan Marc Klok dan M. Rahmat, yang absen pada pertandingan sebelumnya. Secara khusus, Robert memuji konsistensi permainan Rahmat musim ini.

"Bagi saya Rahmat adalah pemain istimewa. Dia bukan hanya membuat assist, tapi juga mencetak gol," ungkap Robert.

Itulah mengapa Robert memprediksi partai PSM kontra Sriwijaya bakal jadi duel yang menarik untuk ditonton. "Saya percaya Sriwijaya datang ke Makassar dengan ambisi meraih poin. Mereka tim yang besar dengan tradisi juara di Liga Indonesia," tutur Robert.

Di mata Robert, hengkangnya pemain dan pelatih Sriwijaya pada akhir putaran pertama memang sempat menurunkan kualitas permainan Laskar Wong Kito.

Tetapi, mantan pelatih Arema Indonesia itu menilai, bersama Subangkit sebagai pelatih kepala, permainan Sriwijaya mulai membaik. "Mereka kembali membangun tim dengan baik. Itu yang kami waspadai," kata Robert.

Di sisi lain, Robert kembali 'menggugat' PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang dinilainya berlaku tidak adil terhadap PSM.

Yang teranyar, Robert mempertanyakan keputusan PT LIB yang merestui permohonan Persib Bandung agar duel kontra Persija dimainkan pada Minggu sore (23/9/2018).

"Dulu kami meminta partai PSM vs Bhayangkara dimainkan sore di Makassar karena terkendala lampu. Tapi, PT LIB berkeras mewajibkan kami main malam. Alhasil, kami harus main di Bali. Kalau Persib bisa, kenapa PSM tidak," cetus Robert.

Sebelumnya, Robert dan PSM sempat mempertanyakan ke PT LIB terkait langkah panpel PS Tira yang tidak menyetujui keinginan Juku Eja untuk uji lapangan. "Yang lebih aneh, surat PT LIB terkait sanksi tambahan buat Imam Arief Fadillah baru keluar sehari setelah setelah pertandingan. Ini kan aneh," ujar Robert.