Pelatih Arema Pilih Tanpa Penonton ketimbang Laga Usiran

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Okt 2018, 18:45 WIB
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, memimpin latihan tim di di lapangan milik Kelurahan Balearjosari, Kota Malang, pada Rabu (3/10/2018) sore. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema FC sedang dibayangi sanksi berat. Hal itu setelah aksi turun ke lapangan yang dilakukan Aremania ketika pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-24 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak (6/10/2018).

Meski sanksi resmi belum diputuskan Komisi Disiplin PSSI, ada potensi tim berjulukan Singo Edan ini akan bermain tanpa penonton atau laga usiran ketika pertandingan kandang selanjutnya, melawan Bali United (20/10/2018).

Advertisement

Pelatih Arema, Milan Petrovic, sudah mendengar prediksi sanksi tersebut. Dia mengakui wajar pertandingan Arema melawan Persebaya jadi sorotan.

Hal itu menyusul insiden meninggalnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, saat dikeroyok oknum fan Persib di Bandung (23/10/2018).

"Kalau boleh memilih di antara dua sanksi tersebut, tentu kami berharap tetap bermain di Malang meski tanpa penonton," kata pelatih asal Slovenia tersebut.

Bermain di Malang, meski tanpa penonton, memang bisa mengurangi semangat pemain. Tetapi, Hamka Hamzah dkk. paling tidak merasa lebih nyaman bermain di Stadion Kanjuruhan ketimbang stadion lain karena opsi lainnya, bisa saja Arema harus diusir ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo atau tempat lain.

"Kalau bermain di tempat lain tentu ada rasa bermain seperti di kandang lawan karena harus melakukan perjalanan dari Malang," imbuhnya.

Kubu Arema berharap segera ada keputusan terkait sanksi tersebut sehingga mereka bisa menyiapkan tim sembari menata fokus untuk pertandingan terdekat, melawan PSM Makassar, di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (14/10/2018).

Tim Arema menyayangkan aksi yang dilakukan Aremania karena Singo Edan harus mananggung hukumannya. Padahal, saat ini mereka membutuhkan banyak poin untuk menjauh dari papan bawah.

Sebenarnya pertandingan kandang selanjutnya, melawan Bali United, dinilai sangat penting karena lawan yang dihadapi adalah tim papan atas sehingga mereka butuh bermain di kandang sendiri untuk membuat mental pemain tetap terjaga. Tentunya, Arema bisa mengamankan kemenangan untuk bisa menembus papan tengah.