Baru Dipasangkan 6 Bulan, Sri Sugiyanti dan Ni'Mal Magfiroh Sukses Sumbang Perak

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 11 Okt 2018, 21:25 WIB
Pebalap sepeda Indonesia, Sri Sugiyanti, saat beraksi pada Asian Para Games di Velodrome, Jakarta, Kamis (11/10/2018). Sri Sugianti berpotensi raih emas setelah duduki posisi dua kualifikasi. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Tim putri para-cycling Indonesia mempersembahkan medali perak Asian Para Games 2018 dari nomor B Individual Pursuit lewat duet Sri Sugiyanti dan Ni'Mal Magfiroh yang menjadi pilot, Kamis (11/10/2018). Keduanya bersyukur bisa memberikan medali meski baru berlatih bersama selama enam bulan.  

Sri dan Ni'mal mencatatkan waktu 4 menit 2,205 detik untuk menyelesaikan 12 lap. Mereka terpaut 1,517 detik di belakang duo pembalap Malaysia, Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais dan Nurul Suhada Zainal.

Advertisement

"Catatan waktunya jauh berbeda dengan latihan di Solo. Jadi memang tidak menyangka bisa seperti tadi," ujar Sri Sugiyanti. 

"Kami berlatih bersama intensif baru sejak April. Kami hanya berusaha semaksimal mungkin. Agak gampang-gampang susah untuk bisa menjaga kecepatan di lintasan tadi," timpal Ni'mal.

Sri juga mengaku grogi ketika memulai balapan. Namun, penyandang disabilitas netra itu merasa senang saat mengetahui ada pendukung istimewa, yaitu ayah, kepala desa, dan warga dari desa tempatnya tinggal, yaitu di Sengonwetan, Grobogan.

"Semangat didukung seperti itu, tapi jadi agak grogi. Terima kasih untuk yang sudah memberi dukungan, terima kasih banyak," ujar Sri.

"Tidak menyangka sampai kepala desa saya mengusahakan untuk datang ke sini menonton Asian Para Games 2018. Bahkan saya baru dikasih tahu saat latihan tadi," lanjutnya.