Patah Kaki, Gelandang PSMS Absen Setahun

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 25 Okt 2018, 20:40 WIB
Gelandang PSMS, Suhandi, berebut bola dengan bek PSIS, Safrudin Tahar, pada laga semifinal Liga 2 2017 di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (25/11/2017). PSMS menang 2-0 atas PSIS. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Medan - Gelandang sekaligus wakil kapten PSMS Medan, Suhandi, harus mengakhiri Gojek Liga 1 bersama Bukalapak dengan cepat. Pemain berusia 29 tahun itu mengalami patah tulang fraktur fibula setelah ditekel kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana, dalam laga di Stadion Teladan, Medan, Selasa (23/10/2018).

Dokter tim PSMS, Indra Feriadi, menjelaskan, proses operasi pemain kelahiran Bandung itu berjalan lancar. Tulang Suhandi yang patah juga sudah dipasang pen. Hanya saja, sang pemain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan, bahkan hingga satu tahun.

Advertisement

"Kalau bicara teori, memang membutuhkan waktu setahun untuk kembali sempurna. Namun bisa saja waktu tiga sampai enam bulan sudah kembali normal. Tergantung proses pertumbuhan tulang dan juga disiplin dalam proses pemulihan," ungkap Indra kepada Bola.com, Kamis (25/10/2018).

Indra memaparkan, secara umum kondisi Suhandi cukup stabul dan sudah berada di rumah. Tim dokter sudah menyiapkan langkah untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain fisioterpi, mantan pemain PS TNI tersebut juga diberikan obat-obatan serta suplemen untuk mempercepat pertumbuhan tulang.

"Setelah itu tinggla kita pantau dan observasi pertumbuhan tulangnya sampau benar-benar bagus. Karena masing-masing orang memiliki karakteristis yang berbeda soal pertumbuhan tulang," kata dia.

Meski mengakui musim Suhandi telah usai, namun Indra menyebut peluang Suhandi untuk tampil di kompetisi musim depan masih terbuka. Hanya saja, tim dokter berharap pemain kelahiran 29 Oktober 1991 itu bisa menjalani proses pemulihan dengan baik.

"Dulu juga sempat patah tulang tangan. Namun saat itu proses pemulihan lumayan cepat, karena terbantu dengan posisi cedera yang tidak banyak digunakan untuk aktivitas sepak bola," ucap Indra.

Berita Terkait